Dinas Pendidikan Barito Utara Perkuat Literasi Siswa Melalui Pelatihan Penulisan Cerpen

Dinas Pendidikan Barito Utara menginisiasi pelatihan penulisan cerpen untuk siswa SMPN 1 Muara Teweh, bertujuan memperkuat literasi dan membekali kemampuan merangkai kata yang runtut dan bermakna.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinas Pendidikan Barito Utara Perkuat Literasi Siswa Melalui Pelatihan Penulisan Cerpen
Dinas Pendidikan Barito Utara menginisiasi pelatihan penulisan cerpen untuk siswa SMPN 1 Muara Teweh, bertujuan memperkuat literasi dan membekali kemampuan merangkai kata yang runtut dan bermakna. (AntaraNews)

Dinas Pendidikan Barito Utara, Kalimantan Tengah, baru-baru ini memperkuat literasi siswa melalui program pelatihan penulisan cerita pendek (cerpen). Kegiatan ini diselenggarakan di SMP Negeri 1 Muara Teweh, menyasar para pelajar untuk meningkatkan kompetensi menulis mereka. Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Pelatihan penulisan cerpen ini menjadi tindak lanjut dari analisis rapor pendidikan, khususnya dalam memperkuat indikator literasi yang masih memerlukan perhatian. Inisiatif ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan merangkai kata secara runtut, menarik, dan bermakna. Tujuannya adalah menumbuhkan kebiasaan menulis dan berlatih secara berkelanjutan.

Menurut Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Barito Utara, Sri Rahayu, kegiatan ini sangat positif dan krusial. Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif sebagai bagian dari pemenuhan dimensi profil lulusan. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kepekaan sosial serta kemampuan menuangkan pengalaman hidup ke dalam karya tulis inspiratif.

Meningkatkan Kompetensi dan Kreativitas Siswa

Pelatihan penulisan cerpen ini dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi merangkai kata secara runtut dan bermakna. Kemampuan ini hanya dapat dicapai melalui kebiasaan dan latihan berkelanjutan. Sri Rahayu menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

Siswa diharapkan dapat menguasai sistematika penulisan cerpen dan jangan berhenti untuk terus berlatih. Setelah mampu, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada teman-teman dan adik kelas agar budaya literasi semakin tumbuh dan berkembang di sekolah.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah lahirnya karya-karya kreatif siswa sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Barito Utara.

Dampak Positif Akreditasi dan Penguatan Literasi

SMP Negeri 1 Muara Teweh telah berhasil meningkatkan status akreditasi sekolah menjadi Akreditasi A. Ini merupakan capaian membanggakan dan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah. Capaian akreditasi A ini merupakan persembahan sekolah bagi peserta didik.

Dengan akreditasi tersebut, lulusan SMP Negeri 1 Muara Teweh memiliki daya saing yang baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, termasuk ke luar daerah. Namun, peningkatan mutu pendidikan harus terus diiringi dengan kontribusi aktif peserta didik.

Penguatan budaya literasi di sekolah menjadi kunci penting. Pelatihan penulisan cerpen ini adalah salah satu upaya nyata yang dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan dimensi profil lulusan.

Apresiasi dan Harapan untuk Karya Siswa

Kepala SMPN 1 Muara Teweh, Maslan, mengapresiasi Bidang Kurikulum SMP Negeri 1 Muara Teweh yang telah menginisiasi pelatihan ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan literasi sekaligus upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Maslan menyebutnya sebagai kesempatan yang sangat berharga bagi siswa.

Di tengah menurunnya minat membaca dan menulis, kemampuan menulis menjadi keterampilan yang sangat penting untuk terus dikembangkan. Maslan berharap para siswa dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif dalam bertanya, serta mampu menyerap materi yang disampaikan oleh narasumber.

Maslan juga menyampaikan bahwa hasil karya siswa selama pelatihan akan dibukukan, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi peserta. Ia menambahkan, tidak semua siswa mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk terus menulis karena dari menulis akan tumbuh kreativitas dan kepercayaan diri.

Pelatihan penulisan cerpen ini diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan dua hari saja, namun dapat berlanjut secara berkesinambungan di luar jam sekolah sebagai bagian dari pengembangan potensi dan bakat siswa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi