Diadang Sekelompok Orang, Massa Gagal Demo Desak Polda Tangkap Plt Bupati Bengkalis

Jumat, 28 Februari 2020 21:38 Reporter : Abdullah Sani
Diadang Sekelompok Orang, Massa Gagal Demo Desak Polda Tangkap Plt Bupati Bengkalis Massa di Pekanbaru batal demo usai diadang sekelompok orang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekelompok orang tidak dikenal (OTK) mengadang masyarakat dan mahasiswa yang akan menggelar demonstrasi di Pekanbaru, Jumat (28/2). Massa dari Barisan Aliansi Pemuda Anti Korupsi Riau (BAPAK-R) akhirnya gagal menyuarakan aspirasi mereka di Mapolda Riau, Jumat (28/2) sore.

Padahal mereka berencana melakukan aksi dengan tuntutan agar Polda Riau segera menuntaskan penyidikan perkara dugaan korupsi yang diduga melibatkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bengkalis Muhammad sebagai tersangka. Dia sudah 3 kali mangkir dari panggilan polisi.

Koordinator aksi Akmal Zuhri menyebutkan, awalnya mereka berkumpul di sekitaran Pustaka Wilayah (Puswil) Soeman HS Pekanbaru sekitar pukul 15.00 WIB. Namun tiba-tiba sekelompok OTK mengadang dan melarang mereka untuk demo.

"Mereka datang untuk membubarkan aksi yang akan kami lakukan," ujar Akmal kepada wartawan.

Padahal para pendemo telah mengirim surat pemberitahuan untuk menggelar demonstrasi ke Polresta Pekanbaru. Surat tersebut dikirim pada Rabu (26/2).

Saat ditanya, sekelompok orang tersebut mengaku dari masyarakat biasa bukan aparat. Orang-orang tersebut tanpa identitas mengusir pendemo. "Kami tidak tahu mereka dari masyarakat mana. Akhirnya kami memilih bubar, khawatir terjadi apa-apa," katanya.

Akmal dan teman-temannya gagal memberikan dukungan kepada polisi untuk menuntaskan perkara yang merugikan negara miliaran rupiah tersebut. "Kami juga tidak mau institusi Kepolisian diremehkan karena Muhammad yang jadi tersangka itu tiga kali tidak datang setelah dipanggil penyidik," tutup Akmal.

Muhammad ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Kabupaten Inhil. Dia sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Polda Riau.

Pemanggilan pertama pada Kamis (6/2) lalu. Kemudian, pada Senin (10/2), dan terakhir pada Selasa (25/2) kemarin. Ketiga panggilan itu tidak diikuti Muhammad tanpa memberikan alasan kepada polisi.

Sementara itu, Polda Riau mengimbau agar Muhammad datang memenuhi panggilan dan taat hukum. Plt Bupati Bengkalis itu diminta hadir memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka.

"Kita mengimbau, sebagai pejabat publik, (Muhammad) hendaknya taat. Patuh hukum, mengikuti aturan. Ikuti saja," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Jumat (28/2).

Sunarto menyebutkan, penyidik masih mempertimbangkan upaya penjemputan paksa terhadap Muhammad. "Masih dikoordinasikan penyidik dengan Direkturnya. Sedang didiskusikan (untuk penetapan status DPO), dirapatkan oleh penyidik. Dalam aturan tiga kali panggilan disertai dengan surat perintah membawa," tegasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Demonstrasi
  3. Bengkalis
  4. Pekanbaru
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini