Di KTT Vatikan, Puan Tekankan Inovasi untuk Lindungi Anak dari Ancaman Global

Salah satu solusi yang ia soroti adalah reformasi pendidikan melalui digitalisasi, kelas jarak jauh, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pembelajaran

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Di KTT Vatikan, Puan Tekankan Inovasi untuk Lindungi Anak dari Ancaman Global
Puan dan Megawati di Vatikan (Istimewa)

Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya aksi nyata dalam melindungi hak-hak anak di dunia dalam World Leaders Summit on Children’s Rights atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Vatikan. Ia menyebut tantangan yang dihadapi anak-anak semakin berat, mulai dari eksploitasi, perdagangan manusia, hingga keterbatasan akses pendidikan.

“Tantangan dunia semakin tidak mudah, ancaman terhadap anak-anak mulai dari putus sekolah, kemiskinan ekstrem, sampai dampak peperangan ada di depan mata. Tugas kita mencari solusi baru untuk membantu dan melindungi mereka,” ujar Puan dalam forum diskusi antar pemimpin dunia di Istana Apostolik Vatikan, Senin (3/1) waktu setempat.

Salah satu solusi yang ia soroti adalah reformasi pendidikan melalui digitalisasi, kelas jarak jauh, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pembelajaran. Selain itu, Puan menilai AI juga bisa digunakan untuk melacak dan mencegah perdagangan manusia.

“Lewat upaya mengintegrasikan pendidikan dengan pelatihan kejuruan, kita dapat membekali anak-anak dengan keterampilan praktis, sehingga mereka tidak terlalu rentan terhadap pekerjaan eksploitatif,” jelas Puan.

“Kita juga perlu menggunakan kemajuan teknologi digital sebagai alat untuk melindungi hak-hak anak. Platform digital dan AI dapat digunakan untuk melacak dan mencegah perdagangan manusia,” sambungnya.

Cucu bung Karno ini pun menekankan bahwa diperlukan pendekatan inovatif guna memperkuat hak-hak anak dan menumbuhkan dunia yang lebih aman bagi mereka. Menurutnya, kerja sama internasional juga sangat diperlukan untuk mencegah perdagangan anak yang menjadi isu lintas batas.

Puan mengatakan bahwa dunia tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode lama untuk mengatasi masalah yang sudah mengakar ini.

“Masa depan anak-anak kita bergantung pada tindakan yang kita ambil hari ini. Janganlah kita hanya berbicara tentang perubahan, marilah kita menjadi bagian dari perubahan,” tegasnya.

“Dan marilah kita menjadi pelindung anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan di antara kita. Ketika kita melindungi seorang anak, kita melindungi diri kita sendiri, dan kita melindungi masa depan umat manusia,” pungkas Puan.

Rekomendasi