Demi game online, residivis menyaru jadi polisi dan palak pengendara remaja

Rabu, 27 Juni 2018 00:15 Reporter : Purnomo Edi
Demi game online, residivis menyaru jadi polisi dan palak pengendara remaja Pemuda ngaku jadi polisi. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Anggota Kodim mengamankan seorang pemuda berinisial MJK (20) yang mengaku sebagai polisi. MJK jadi polisi gadungan dan merazia pengendara yang melintas di Jalan Magelang, Sabtu (23/6).

"Pelaku diamankan oleh anggota Kodim yang melintas di Jalan Magelang. Anggota Kodim itu curigai kepada pelaku yang menghentikan sejumlah kendaraan. Saat ditanya anggota Kodim, pelaku ini mengaku anggota Polda, saat disuruh menunjukkan KTA pelaku tidak punya, lalu diamankan di Kodim Sleman," ujar Kapolsek Sleman, AKBP Sudargo, Selasa (26/6).

Dari pemeriksaan MJK, kata Sudargo, diketahui telah merampas ponsel dan uang senilai Rp 20 ribu milik korban Ahmad Khoirul Rizky (16), warga Margokaton, Seyegan, Sleman di Jalan Magelang. Modus pelaku saat beraksi dengan berpura-pura melakukan penggeledahan. Kemudian pelaku mengambil dompet dan dua ponsel milik korban.

"Sebetulnya ada korban yang lain juga. Di Dusun Beran, Tridadi, Sleman ada tiga tempat kejadian perkara dan satu tidak lapor. Dari keterangan korban ternyata betul bahwa tersangka yang merampas Hp dan uang korban. Korban masih hafal helm dan jenis motor yang dipakai tersangka saat beraksi," ungkap Sudargo.

Sudargo menambahkan dalam setiap aksinya, pelaku menakuti korbannya menggunakan pistol korek api. Pelaku juga memilih remaja sebagai target.

Sudargo menjabarkan pelaku merupakan seorang residivis yang pernah ditahan selama enam bulan pada 2016. Saat itu, pelaku ditahan karena kasus kepemilikan senjata tajam.

"Atas perbuatannya, pelaku terancam masuk jeruji besi selama maksimal 9 tahun. Pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan," urai Sudargo.

Sementara itu, MJK mengaku bahwa aksi nekatnya memeras dan merampas barang milik korban dengan mengaku-aku sebagai polisi dilakukannya karena terpaksa. MJK mengaku kejahatan yang dilakukannya karena terdesak oleh kebutuhan hidupnya.

"Pekerjaan saya penjaga warnet tidak cukup, saya bawa pistol korek apik dari saudara saya. Sebelum beraksi saya sempat mabuk dulu di daerah Bugisan acara ulang tahun. Hasil kejahatan saya gunakan untuk main game online" tutup MJK. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini