Dampak Virus Corona, Agen Travel Sumsel Tutup Paket Wisata ke China

Kamis, 30 Januari 2020 02:04 Reporter : Irwanto
Dampak Virus Corona, Agen Travel Sumsel Tutup Paket Wisata ke China Ilustrasi

Merdeka.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Sumsel (ASITA) Sumatera Selatan memutuskan menutup paket wisata ke China. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

Ketua DPD ASITA Sumsel Anton Wahyudi mengungkapkan, kebijakan itu manifestasi surat edaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mencegah virus Corona. Pihaknya membatalkan paket wisata juga karena maskapai tak lagi melayani rute ke China.

"Memang paket wisata ke China paling diminati karena murah tapi untuk sementara kita hentikan dulu," ungkap Anton, Rabu (29/1).

Menurut dia, paket wisata dialihkan ke negara-negara lain seperti Jepang, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan yang dinilai lebih aman. Pihaknya berharap virus itu segera ditangani hingga puncak wisata pada Maret dan April mendatang.

"Sumsel memang bukan tujuan wisata WN China, tidak begitu terasa bagi pariwisata kita," ujarnya.

Wabah virus Corona berdampak pada harga karet Sumsel. Pasalnya, ekspor komoditas ini ke China yang merupakan ekspor terbesar dihentikan sejak sepekan terakhir.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian menjelaskan, harga karet beberapa pekan ini terus mengalami penurunan. Pekan ini, harga karet kadar 100 persen turun 8,3 persen dari Rp16.312 per kilo menjadi Rp14.950.

"Jika kondisi di China sepeda ini terus akan terasa bagi pasar ekspor karet kita, pengaruhnya bisa lama, jangka panjang," ujarnya.

Oleh karena itu, harus ada upaya pemerintah untuk mendongkrak harga karet dalam negeri. Diantaranya peningkatan serapan karet dalam penggunaan aspal karet, inovasi baru melalui pemanfaatan karet dan biji karet alam sebagai bahan baku nabati selain kelapa sawit.

"Solusinya adalah penggunaan karet dalam negeri sendiri, serapan karet harus diperbesar sehingga mengurangi ekspor yang bergantung kebutuhan global," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini