Cerita Penjual Es Putar Dikerjai Polisi Gadungan, Uang Rp9 Juta untuk Kuliah Anak Amblas
Pria tersebut mengajak Slamet ke kantor polisi dengan alasan akan memborong dagangannya.
Slamet Widodo, seorang penjual es putar asal Mojokerto, menjadi korban penipuan oleh pria yang mengaku sebagai polisi. Uang sebesar Rp9 juta yang disiapkannya untuk membayar kuliah anak semata wayang raib digondol pelaku.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/4) lalu. Slamet tengah beristirahat setelah berjualan keliling di Jalan Prapanca, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Saat itu, ia didatangi seorang pria tak dikenal yang mengaku anggota Polres Mojokerto.
“Saya semangat karena mau ditebas. Sempat pamitan sama teman-teman, terus jalan,” katanya, Kamis (17/4).
Pria tersebut mengajak Slamet ke kantor polisi dengan alasan akan memborong dagangannya. Namun belum sampai tujuan, Slamet malah diberhentikan. Pria itu merangkul pundaknya, meminta KTP dan tas dari gerobak es, sambil mengancam akan menembaknya.
“Macem-macem tak tembak koen (macam-macam aku tembak kamu),” Slamet menirukan ucapan pelaku.
Takut Buat Gelap Mata
Karena takut, Slamet menyerahkan dompet berisi KTP, SIM A, SIM C, dan uang tunai lebih dari Rp9 juta. Pelaku beralasan uang itu sebagai jaminan agar Slamet datang ke Polres.
“Saya merasa digendam, pokok saya nurut. Takut tapi pikiran saya buyar,” ungkapnya.
Setelah menerima dompet, pelaku mengajak Slamet berjalan ke arah Jalan Kartini. Namun di depan Gubug Wayang, pelaku tancap gas dan menghilang.
“Saya langsung telpon teman saya pensiunan polisi. Kemudian disarankan lapor ke polres,” ujar Slamet.
Ia sempat menyusul ke lokasi yang dijanjikan, namun tak menemukan pelaku. Lalu ia melapor ke SPKT Polres Mojokerto Kota dan polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Ciri-Ciri Pelaku
Slamet menyebut ciri pelaku bertubuh tinggi dan besar, serta mengaku dari Polres Mojokerto. Kejadian itu disaksikan sejumlah orang di sekitar lampu merah.
Uang Rp9 juta yang dirampas itu merupakan hasil kerja keras Slamet sejak pertengahan Ramadan. Uang tersebut rencananya untuk membayar biaya kuliah anaknya selama tiga semester.
“Total yang akan dibayarkan Rp 7,5 juta untuk tiga semester. Yang dua semester sudah dibayar dulu sama ponakan, jadi Rp 5 juta membayar utang ke ponakan,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Siko Sesaria Putra Suma, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan langsung melakukan penyelidikan.
“Sudah saat pertama kejadian langsung olah TKP. Saat ini dalam penyelidikan, insyaallah segera kita amankan pelakunya,” ujar AKP Siko.