Di tengah hantaman pandemi yang membuat bioskop sepi dan industri film nyaris mati suri, Angga Dwimas Sasongko, Founder & CEO Visinema sekaligus produser film JUMBO, tetap bersikeras mewujudkan mimpinya: membuat film animasi berkualitas untuk Indonesia.
Dalam diskusi Motion Picture Association (MPA) bersama pelaku industri film Indonesia di Park Hyatt Jakarta, Rabu (11/6), Angga menceritakan betapa beratnya proses produksi JUMBO yang dimulai saat situasi industri sedang kolaps.
“Tidak ada yang bisa membayangkan ketika pandemi, bahkan ketika new normal, tidak ada orang yang datang ke bioskop, tapi Jumbo sudah di tengah-tengah proses,” ucap Angga.
Advertisement
Produksi Tanpa Investor
Tak ada investor di awal perjalanan film tersebut. Angga dan tim Visinema mengandalkan dana internal dan jejaring pribadi untuk menuntaskan produksi film animasi ini.
“Kami sudah menyisihkan uang yang diperlukan dan tidak ada investor sama sekali pada saat itu, dan sampai berakhir kami menutupi semua produksi, hampir semua produksi,” lanjutnya.
Keputusan itu bukan sekadar spekulasi, melainkan keyakinan dan kerja keras yang akhirnya membuahkan hasil luar biasa.
“Tapi sekarang kita melihat bahwa semuanya, saya tidak ingin mengatakan itu seperti judi, tapi semua kerja keras terbayar lunas,” pungkas Angga.
Advertisement
JUMBO: Animasi Lokal, Prestasi Internasional
Film JUMBO mencetak sejarah sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa dengan 2 juta penonton dan tayang di lebih dari 2.600 layar bioskop seluruh Indonesia.
Visual memukau, alur emosional, dan pesan moral yang kuat menjadikan film ini perbincangan hangat di kalangan pecinta film dari berbagai usia.
JUMBO mengisahkan Don, seorang anak laki-laki yang ingin menghidupkan kembali buku dongeng warisan orang tuanya lewat pertunjukan. Namun, perjalanannya tak mudah.
Don harus menghadapi ejekan, kehilangan buku yang dicuri oleh temannya sendiri, Atta, dan berbagai rintangan lainnya. Ia mendapat dukungan dari sang Oma, serta dua sahabatnya, Nurman dan Mae.
Petualangan mereka makin menegangkan saat bertemu Meri alias Maria, seorang anak perempuan dari dunia lain yang tengah mencari orang tuanya.