Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Jawa Timur, mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana longsor. Mereka merelokasi rumah warga Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, yang terdampak longsor.
Relokasi ini merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah daerah untuk memindahkan korban ke lokasi yang lebih aman. Pembangunan hunian tetap ditargetkan mulai awal Desember mendatang.
Keputusan ini diambil setelah rumah salah satu warga rata dengan tanah akibat tertimbun material longsor. BPBD memastikan hunian baru akan dibangun sesuai standar dan layak huni.
Advertisement
Advertisement
Relokasi Cepat dan Pembangunan Hunian Tetap
Masun, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, menjelaskan bahwa relokasi ini diusulkan melalui anggaran bantuan tidak terduga (BTT). Tim teknis saat ini sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan. Proses ini memastikan setiap tahapan pembangunan hunian tetap berjalan sesuai rencana. Targetnya, pekerjaan fisik sudah dapat dimulai pada awal Desember mendatang.
Pembangunan hunian tetap bagi korban bernama Marjuni akan dikebut dalam satu bulan. Rumah baru ini akan dibangun sesuai standar hunian tetap (huntap) dari BNPB. Lokasinya berada di atas tanah milik keluarga yang berjarak beberapa kilometer dari titik bencana. Ini dilakukan agar tidak lagi berada di zona rawan longsor.
Sebelumnya, rumah milik Marjuni rata dengan tanah setelah tertimbun longsor pada Rabu (19/11). Masun menegaskan bahwa hunian baru nantinya bukan merupakan rumah mewah. Namun, dipastikan akan menjadi tempat tinggal yang layak dan aman untuk ditempati oleh korban.
Advertisement
Advertisement
Penanganan Korban Lain dan Pemulihan Lingkungan
Selain relokasi korban longsor Ponorogo, BPBD juga memberikan bantuan perbaikan rumah kepada Jumirin, korban longsor lainnya. Kerusakan bangunan milik Jumirin masih memungkinkan untuk diperbaiki. Lokasi rumahnya juga dinilai aman dari potensi longsor susulan.
Masun menjelaskan bahwa bukit yang longsor telah mendapat penanganan awal berupa terasering. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Terasering merupakan metode efektif untuk stabilisasi lereng.
Proses pembersihan material longsor di Wagir Kidul telah selesai pada Senin (24/11). Normalisasi akses desa juga berhasil dilakukan, sehingga jalur keluar-masuk permukiman kembali terbuka. Tujuh kendaraan warga yang sempat tertimbun material longsor juga berhasil dievakuasi.
Advertisement
Untuk pemulihan jangka panjang, BPBD merencanakan penghijauan di area terdampak longsor. Program penghijauan ini akan dilaksanakan pada awal tahun depan. Ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana dan menjaga kelestarian lingkungan.
Sumber: AntaraNews