Car Free Day di Jalan Rasuna Said Jaksel Dimulai Minggu 10 Mei 2026, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya Berikut Ini

Penerapan Jalan HR Rasuna Said sebagai lokasi baru CFD tersebut sebagai salah satu rangkaian menuju perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Car Free Day di Jalan Rasuna Said Jaksel Dimulai Minggu 10 Mei 2026, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya Berikut Ini
Car Free Day di Jalan Rasuna Said Jaksel Dimulai Minggu 10 Mei 2026, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya Berikut Ini (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu 10 Mei 2026.

Penerapan Jalan HR Rasuna Said sebagai lokasi baru CFD tersebut sebagai salah satu rangkaian menuju perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Kepala Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Selatan, Bernard Pasaribu mengatakan, untuk mengantisipasi kemacetan dan kepadatan lalu lintas, pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) serta sejumlah lokasi parkir strategis.

Bernard menyebut penutupan jalan akan dilakukan lebih awal dibanding pelaksanaan CFD biasanya, yakni dimulai pukul 05.30 WIB.

“Jika biasanya pada kegiatan HBKB penutupan dimulai pukul 06.00 hingga 10.00, khusus hari Minggu besok penutupan dimulai pukul 05.30 sampai dengan 10.00,” kata Bernard di Jakarta, Jumat (8/5).

Selain itu, Bernard menyatakan pada saat bersamaan kegiatan HBKB di Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin juga tetap berlangsung seperti biasa. Sehingga, diperkirakan akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.

Rekayasa Lalu Lintas

Oleh karenanya, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menyiapkan rekayasa lalu lintas di enam ruas jalan.

Pertama, arus Lalin dari arah timur (Manggarai) menuju barat (Tanah Abang/Karet) dialihkan melalui Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, Jalan Karet Pasar Baru Timur, Jalan Karet Pasar Baru Timur II, hingga Jalan RM Margono Djojohadikusumo.

Kedua, arus Lalin dari arah barat (Tanah Abang/Karet) menuju timur (Manggarai) dialihkan melalui Jalan RM Margono Djojohadikusumo, Jalan Galunggung, dan Jalan Sultan Agung.

Ketiga, arus Lalin dari arah utara (Menteng) menuju selatan (Kuningan) dialihkan melalui Jalan Galunggung, Jalan Gembira, Jalan Kuningan Persada, Jalan Kuningan Mulia, Jalan Achmad Bakrie Barat, hingga Jalan Casablanca.

Keempat, Lalin dari arah selatan (Kuningan) menuju utara (Menteng) dialihkan melalui Jalan Prof. DR. Satrio, Jalan Denpasar Raya, Jalan Setiabudi, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, hingga Jalan Galunggung.

Kelima, arus lalu lintas dari arah barat (Tanah Abang/Karet) menuju timur (Kampung Melayu) dialihkan melalui Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Prof. DR. Satrio, dan Jalan Raya Casablanca.

“Untuk arus lalu lintas dari arah timur (Kampung Melayu) menuju barat (Tanah Abang/Karet) dialihkan melalui Jalan Raya Casablanca, Jalan Prof. DR. Satrio, dan Jalan KH Mas Mansyur,” jelas Bernard.

Ia menuturkan, selain rekayasa lalin, juga dilakukan penyiapan empat titik lokasi parkir bagi pengunjung, yakni di kawasan Pasar Festival dan GOR Sumantri, kawasan Rasuna Said Epicentrum, Setiabudi One, serta Gedung Nyi Ageng Serang.

“Kami juga meminta dukungan kelurahan dan kecamatan setempat untuk membantu sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pemasangan spanduk dan banner informasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, terkait layanan kesehatan, Sudin Perhubungan juga berkoordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan untuk menyiapkan sedikitnya empat hingga lima ambulans di lokasi kegiatan.

“Meski dilakukan penutupan jalan, ambulans yang membawa pasien menuju rumah sakit di sekitar lokasi, seperti RS Mayapada atau RS MMC, tetap diperbolehkan melintas,” tandasnya.



Rekomendasi