Bus Dibajak Puluhan Remaja, Mayasari Bakti Minta Sopir Ganti Rugi Rp1,2 juta

Jumat, 7 Juni 2019 20:01 Reporter : Tim Merdeka
Bus Dibajak Puluhan Remaja, Mayasari Bakti Minta Sopir Ganti Rugi Rp1,2 juta mayasari bakti gabung transjakarta. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sial betul nasib Oky. Usai kendaraannya dibajak puluhan pemuda, sopir Bus Mayasari Bakti TransJabodetabek itu harus ganti rugi. Dia dianggap tidak melakukan prosedur dan harus rela terima sanksi.

Adapun beban sanksi harus dibayarkan ke perusahaan sebesar Rp1,2 Juta. Semua harus dibayarkan Oky untuk mengganti beberapa bagian rusak pada bus yang dikendarainya.

Aksi pembajakan dilakukan segerombolan remaja itu terekam kamera ponsel pengguna jalan. Kini viral di media sosial. Dalam rekaman video dibagikan akun Instagram @Jktinfo, nampak segerombolan remaja terjepit di antara atap mobil dan terowongan di sekitar Tanah Abang.

Manager Operasional PT Mayasari Bakti, Daryono pun memberikan penjelasan.
Peristiwa itu terjadi Selasa, 4 Juni 2019 malam. Pihaknya membeberkan sejumlah fakta berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) supir dan kondektur.

Dalam keterangannya, Oky mengaku saat melintas di Blok G. Bus yang dikemudikan diadang sekitar 50an remaja tanggung. Bak penjahat kawakan, para remaja memaksa naik ke bus.

Pengemudi pun diminta mengantarkan ke sejumlah wilayah. Awalnya ke Karet, Jakarta Selatan. "Mereka ini pada mau takbir massal keliling," kata Daryono saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (7/6).

Di perjalanan, para remaja bertindak seenaknya. Sebagian dari mereka naik ke atap bus. Sopir dan kondektur tak bisa berkutik. Dalam suasana pembajakan, dia mengikuti segala arahan demi keselamatan.

Sesampainya di Karet. Para remaja itu meminta di antar ke Monas. Celakanya, saat melewati Terowongan Tanah Abang sekitar pukul 20.00 WIB, beberapa remaja yang berada di atap terjepit.

"Di situ pada teriak (remaja) karena mentok atap. Tapi gak ada yang luka hanya mentok aja," terang dia.

Akibat kejadian itu, bus yang dikendarai Oky mengalami kerusakan di bagian atap. "Bus itu kan atasnya dinaiki banyak orang jadi atapnya itu ada yang mendelep ke dalam," ujar dia.

Kini Oky diminta pertanggungjawaban oleh perusahaan tempatnya bernaung. Untuk mengganti segala kerusakan bus Oky dikenakan denda Rp 1,2 juta."Hasil pemeriksaan yang bersangkutan diberi sangsi karena kerusakan kendaraan," ucap dia.

Bisa dicicil

Menurut Daryono, alasan menjatuhkan denda kepada Oky itu bagian dari SOP perusahaan yang harus ditaati setiap sopir. Untuk itu, sanksi perlu diterapkan agar mendidik para sopirtidak sembarangan dalam megemudikan kendaraan.

Dalam aturannya, pengemudi harus bertanggung jawab atas keselamatan penumpang, keselamatan berlalu lintas dan juga bertanggung jawab kondisi kendaraan. "Jika kondisi bus rusak, pengemudi harus bertanggung jawab atas kelalaiannya. Itukan sebagai sangsi pembinaan," ujar dia.

Walau memberi sanksi, perusahaan memberi keringanan bagi Oky untuk membayar denda tersebut. Oky diperbolehkan mencicilnya sesuai kemampuan. "Paling satu hari Rp 10 ribu atau 50 ribu. Ini juga kan berdua sama kondektur gantinya," terang dia.

Banyak Dapat Bantuan

Atas musibah menimpah Oky, seorang perempuan bernama Diana Leiwakabessy mencetuskan aksi pengalangan dana lewat situs kitabisa.com. Dia membuat donasi membantu sopir Bus Mayasari Bakti TransJabodetabek bernama Oky membayarkan denda Rp 1,2 juta.

Diana melampirkan sebuah berita koran. Dia mengajak masyarakat untuk membantu meringankan beban Oky. Sebuah petisi bertajuk "Bantu Pak Oki Bayar Denda Mayasari Bakti" sudah dibuat.

Hingga tanggal 7 Juni 2019 pukul 19.28 WIB berhasil menghimpun uang sebanyak Rp 5.566.384 dikumpulkan dari 121 Donatur. Angka tersebut melebih dari target.

Manager Operasional PT Mayasari Bakti, Daryono mengaku belum mengetahui tentang petisi tersebut. Hal itu diutarakan metika diminta tanggapan mengenai Reaksi masyarakat yang ingin membantu Oky membayar denda. "Saya belum tahu," ujar Daryono.

Pihaknya segera berkoordinasi dengan Depo dan manajemen Bus Mayasari Bakti guna mencari solusi terbaik. Meski begitu, Daryono menegaskan bahwa aturan perusahan harus tetap diterapkan. "Kalau pengemudi bawa keluar bus dari pool busnya bagus. Pulang juga bagus," tegas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [ang]

Topik berita Terkait:
  1. Transjakarta
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini