Bukan Lagi Tri Pusat Pendidikan! Kemendikdasmen Perkuat Penguatan Karakter Generasi Muda NTT Lewat Catur Pusat

Kemendikdasmen kini melibatkan media massa dalam upaya Penguatan Karakter generasi muda di NTT melalui Catur Pusat Pendidikan. Bagaimana peran baru ini akan membentuk Indonesia Emas 2045?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Lagi Tri Pusat Pendidikan! Kemendikdasmen Perkuat Penguatan Karakter Generasi Muda NTT Lewat Catur Pusat
Kemendikdasmen kini melibatkan media massa dalam upaya Penguatan Karakter generasi muda di NTT melalui Catur Pusat Pendidikan. Bagaimana peran baru ini akan membentuk Indonesia Emas 2045? (AntaraNews)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara aktif memperkuat karakter generasi muda di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Inisiatif ini dilakukan melalui pendekatan catur pusat pendidikan, yang kini melibatkan satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media massa.

Kegiatan fasilitasi dan advokasi penguatan karakter ini diselenggarakan di Kupang, NTT, pada tanggal 9 Oktober. Langkah strategis ini bertujuan untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat.

Pembentukan karakter ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Salah satu program prioritas yang diusung adalah Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yang akan diluncurkan akhir Desember 2024.

Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Melalui Penguatan Karakter

Pemerintah memiliki perhatian yang sangat besar dalam pembentukan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kepala Pusat Penguatan Karakter (Kapuspeka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menegaskan komitmen ini dalam kegiatan di Kupang.

Ia menjelaskan, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) merupakan salah satu program prioritas Kemendikdasmen. "Tujuh kebiasaan dalam 7 KAIH terbukti berkontribusi besar terhadap pembentukan karakter positif anak, mulai dari kedisiplinan, empati, hingga spiritualitas," kata Rusprita.

Namun, Rusprita menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam memberikan contoh pelaksanaan kebiasaan baik secara konsisten. Peran orang tua sangat vital sebagai model bagi anak-anak dalam menginternalisasi nilai-nilai positif.

Catur Pusat Pendidikan: Media Massa Sebagai Pilar Baru

Kemendikdasmen telah memperluas konsep tri pusat pendidikan menjadi catur pusat pendidikan dengan menambah komponen media massa. Penambahan ini merupakan respons terhadap perkembangan era digital yang pesat.

Pelibatan media massa dianggap memiliki peran strategis di era digital saat ini. "Kami menyadari pentingnya pelibatan media di era digital saat ini. Media memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi dan edukasi yang mendukung pengembangan karakter anak bangsa," jelas Rusprita.

Selain itu, program prioritas lainnya mencakup pembentukan budaya belajar yang aman, nyaman, dan gembira. Penguatan karakter juga dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler wajib kepramukaan dan berbagai kegiatan sesuai minat dan bakat peserta didik.

Rusprita optimistis bahwa anak-anak di NTT memiliki talenta yang bisa bersaing di tingkat nasional hingga global. "Guru dan orang tua perlu mengarahkan mereka agar energi positif itu tersalurkan ke jalur yang tepat," tambahnya.

Sinergi Lintas Sektor untuk Anak NTT Berkarakter Kuat

Melalui fasilitasi dan advokasi ini, Kemendikdasmen berharap catur pusat pendidikan di NTT senantiasa terlibat aktif dalam penguatan karakter generasi muda. Ini merupakan sinergi dan komitmen bersama untuk mewujudkan visi pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, Irfan Karim, berharap kegiatan ini akan mempercepat advokasi dinas pendidikan. Tujuannya adalah agar dinas pendidikan segera mengeluarkan kebijakan turunan yang mendukung implementasi Surat Edaran Bersama (SEB) terkait penguatan pendidikan karakter.

Kebijakan tersebut diharapkan lengkap dengan perencanaan program dan anggarannya. Irfan Karim mengajak setiap peserta untuk berpartisipasi aktif, bertukar pikiran, dan mengambil peran kunci dalam mewujudkan anak-anak NTT yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 21 kabupaten/kota di NTT, yang berasal dari berbagai unsur. Peserta meliputi komunitas sekolah (SMP, SMA/SMK, SLB), dinas pendidikan, komite sekolah, kepala sekolah melalui MKKS, mitra organisasi, komunitas keagamaan, orang tua, komunitas orang muda, serta media massa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi