Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem pembinaan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Langkah strategis ini diambil guna memastikan para peserta asal daerah tersebut semakin siap dan mampu berprestasi di ajang tingkat provinsi hingga nasional.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyatakan bahwa pembinaan kafilah tidak boleh lagi bersifat instan menjelang pelaksanaan MTQ. Sebaliknya, proses pembinaan harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk mencapai hasil maksimal.
Pernyataan ini disampaikan Sukiryanto di Sungai Raya pada Minggu (21/9), menyoroti pentingnya pembinaan sejak dini sebagai kunci utama dalam mencetak qari dan qariah yang benar-benar berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Advertisement
Advertisement
Selama ini, pembinaan kafilah MTQ seringkali hanya dilakukan saat pelaksanaan MTQ sudah dekat, menyebabkan persiapan yang kurang optimal. Pemkab Kubu Raya kini bertekad mengubah pola tersebut dengan fokus pada sistem yang lebih terukur dan berkelanjutan.
“Pembinaan kafilah tidak boleh bersifat instan menjelang pelaksanaan MTQ, melainkan dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan,” kata Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto. Menurutnya, pembinaan sejak dini menjadi kunci untuk mencetak qari dan qariah yang berkualitas.
Dengan pendekatan baru ini, diharapkan akan lahir generasi penghafal dan pembaca Al-Qur'an yang tidak hanya siap bersaing di tingkat Kalimantan Barat, tetapi juga mampu menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Sistem ini dirancang untuk memberikan fondasi yang kuat bagi para peserta.
Advertisement
Advertisement
Untuk mewujudkan sistem pembinaan yang masif dan efektif, Pemkab Kubu Raya bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) akan memperkuat sinergi. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan majelis taklim.
Keterlibatan lembaga-lembaga keagamaan ini sangat krusial dalam menjaring bibit-bibit unggul sejak usia dini. Selain itu, sinergi ini juga bertujuan untuk menumbuhkan budaya cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat secara lebih luas dan mendalam.
“Dengan melibatkan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan, kita bisa menjaring bibit sejak usia dini sekaligus menumbuhkan budaya cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat,” tambah Sukiryanto, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pembinaan.
Advertisement
Advertisement
Aspek penting lain dari pembenahan sistem pembinaan kafilah MTQ adalah evaluasi rutin terhadap hasil MTQ tingkat kabupaten. Evaluasi ini akan menjadi instrumen vital untuk mengidentifikasi area perbaikan dan menyempurnakan metode pembinaan yang diterapkan.
Pemkab Kubu Raya belajar dari pengalaman MTQ sebelumnya, menjadikan setiap hasil sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan. Data dan masukan dari evaluasi akan dianalisis secara cermat untuk memastikan bahwa program pembinaan selalu relevan dan efektif.
“Kami belajar dari pengalaman MTQ sebelumnya. Evaluasi hasil kafilah akan dijadikan dasar untuk memperbaiki metode pembinaan,” jelas Sukiryanto. Melalui langkah-langkah komprehensif ini, Pemkab Kubu Raya berharap tidak hanya meningkatkan prestasi kafilah di panggung MTQ, tetapi juga membentuk generasi muda yang berakhlak mulia serta mampu menjadi teladan di masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews