Advertisement
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara berhasil meringkus 29 tersangka penyalahgunaan narkoba sepanjang tahun 2025. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya intensif memberantas peredaran gelap di Kalimantan Utara. Petugas juga menyita ribuan gram sabu serta ratusan gram ganja dari berbagai lokasi di provinsi tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala BNNP Kalimantan Utara, Agus Surya Dewi, menjelaskan bahwa 21 kasus berhasil ditangani. Ini dari target 25 berkas perkara melalui tindakan taktis. "Jumlah tersangka yang diamankan mencapai 29 orang," kata Dewi di Tarakan, Selasa (30/12).
Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita 3.663,16 gram sabu, 486,37 gram ganja, dan 1.087 butir ekstasi. Selain itu, barang bukti non-narkotika juga diamankan. Ini termasuk uang tunai Rp14.955.000, 35 unit telepon genggam, serta 11 unit kendaraan roda dua.
Advertisement
Advertisement
Wilayah perbatasan Kalimantan Utara menjadi tantangan besar dalam pemberantasan narkotika. BNNP Kaltara terus memperkuat langkah penindakan di titik-titik rawan. Fokus pengawasan utama berada di kawasan Selumit Pantai dan Juata Permai, Tarakan.
Lokasi-lokasi tersebut dinilai masih menjadi pusat peredaran yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Upaya ini menunjukkan keseriusan BNNP dalam menjaga wilayah perbatasan dari ancaman narkoba. Penguatan ini mencakup peningkatan patroli dan intelijen untuk mengidentifikasi jaringan peredaran.
Agus Surya Dewi menyebut kondisi wilayah perbatasan menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, pihaknya terus melakukan penguatan langkah penindakan di sejumlah titik rawan.
Advertisement
Advertisement
Para pelaku penyalahgunaan narkoba terus beradaptasi dengan modus operandi baru. Agus Surya Dewi mengungkapkan adanya perubahan taktik yang dilakukan para pengedar. Mereka berupaya mencari cara baru untuk menyembunyikan barang haram tersebut.
Contohnya, sabu ditemukan disembunyikan di dalam tabung gas dan kemasan tertentu. Ini menunjukkan bahwa strategi penindakan juga harus terus berkembang dan tidak boleh statis. "Ini menunjukkan pelaku terus beradaptasi. Karena itu, strategi penindakan juga harus terus berkembang," ujarnya.
BNNP Kaltara secara aktif menganalisis pola peredaran untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif. Hal ini penting untuk mengantisipasi setiap inovasi yang dilakukan oleh jaringan narkoba.
Advertisement
Advertisement
Selain penindakan, BNNP Kaltara juga menunjukkan capaian positif dalam rehabilitasi melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT). Target rehabilitasi BNNP Kaltara adalah 10 orang, namun realisasinya mencapai 14 orang. BNN Tarakan juga memenuhi target 10 orang, sementara BNNK Nunukan melampaui target dengan merehabilitasi 29 dari 15 orang.
Capaian kinerja BNNP Kaltara sepanjang 2025 merupakan hasil sinergi yang kuat. Kolaborasi antara BNNP Kaltara dengan BNNK di Tarakan serta Nunukan sangat vital. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menekan peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Utara.
Upaya berkelanjutan ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menangani masalah narkoba. Baik dari sisi penindakan maupun rehabilitasi, semua dilakukan secara terpadu. Ini demi mewujudkan Kalimantan Utara yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Advertisement
Sumber: AntaraNews