BKSDA Kaltim Pastikan Kesejahteraan Satwa PPS Long Sam Terpenuhi, Fasilitas Baru Siap Dukung Rehabilitasi

BKSDA Kalimantan Timur memastikan standar Kesejahteraan Satwa PPS Long Sam terpenuhi melalui pembangunan fasilitas rehabilitasi terbaru. Penasaran bagaimana satwa dilindungi dipersiapkan kembali ke alam?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BKSDA Kaltim Pastikan Kesejahteraan Satwa PPS Long Sam Terpenuhi, Fasilitas Baru Siap Dukung Rehabilitasi
BKSDA Kalimantan Timur memastikan standar Kesejahteraan Satwa PPS Long Sam terpenuhi melalui pembangunan fasilitas rehabilitasi terbaru. Penasaran bagaimana satwa dilindungi dipersiapkan kembali ke alam? (AntaraNews)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur baru-baru ini memastikan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam telah memenuhi standar kesejahteraan satwa. Peninjauan ini dilakukan untuk memantau langsung pembangunan fasilitas terbaru yang krusial bagi rehabilitasi satwa liar.

Kepala Balai KSDA Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, menyatakan bahwa fokus utama adalah memastikan sarana pendukung rehabilitasi berjalan sesuai rencana. Tujuannya adalah untuk menjamin standar kesejahteraan satwa atau animal welfare menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan rehabilitasi.

Optimalisasi PPS Long Sam merupakan hasil sinergi erat antara BKSDA Kalimantan Timur dengan Conservation Action Network (CAN). Kolaborasi ini diharapkan dapat menyempurnakan fungsi PPS Long Sam dalam aspek penyelamatan, perawatan, dan pelepasliaran satwa yang membutuhkan pertolongan.

Pengembangan Fasilitas dan Prioritas Kesejahteraan Satwa

Dalam peninjauan tersebut, BKSDA Kalimantan Timur memfokuskan perhatian pada progres pembangunan pulau pra-release bagi satwa. Selain itu, pemantauan juga mencakup area suaka atau sanctuary yang dikembangkan dengan nama 'Wildlife Dreamland'.

Pihak BKSDA turut memeriksa kesiapan fasilitas vital pendukung lainnya yang menunjang Kesejahteraan Satwa PPS Long Sam. Fasilitas tersebut meliputi pusat perawatan, klinik satwa, serta berbagai perlengkapan penunjang rehabilitasi yang modern.

M Ari Wibawanto menegaskan, "Kami melakukan peninjauan yang bertujuan memastikan pembangunan sarana pendukung rehabilitasi berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kesejahteraan satwa." Hal ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap kondisi satwa yang diselamatkan.

Prioritas utama dalam setiap tahapan rehabilitasi di pusat penyelamatan ini adalah "Standar kesejahteraan satwa atau animal welfare," kata Ari. Penekanan pada aspek ini memastikan bahwa setiap satwa mendapatkan perlakuan terbaik selama proses pemulihan.

Sinergi BKSDA Kaltim dan CAN untuk Konservasi Optimal

Upaya optimalisasi PPS Long Sam merupakan bentuk sinergi erat antara BKSDA Kalimantan Timur dengan Conservation Action Network (CAN). Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program konservasi jangka panjang di wilayah Kalimantan Timur.

Melalui kerja sama ini, PPS Long Sam didorong untuk semakin optimal dalam melaksanakan fungsi penyelamatan satwa liar dilindungi. Pusat ini berperan penting dalam memberikan pertolongan kepada satwa yang membutuhkan.

Selain penyelamatan, PPS Long Sam juga meningkatkan kapasitas perawatan intensif untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis satwa. Tujuannya adalah mempersiapkan satwa agar siap untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya setelah melalui proses penilaian yang ketat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menyempurnakan fungsi PPS Long Sam dalam tiga aspek utama. Aspek tersebut meliputi penyelamatan, perawatan, dan pelepasliaran satwa liar yang terancam atau terluka.

"Sekolah Hutan": Membangun Kembali Naluri Liar Satwa

Salah satu program unggulan yang telah berjalan di kawasan Long Sam adalah "Sekolah Hutan" (forest school), jelas Ari. Program inovatif ini dirancang khusus sebagai ruang bagi satwa liar untuk belajar kembali mengenal habitat aslinya di hutan.

Tim gabungan dari BKSDA Kaltim bersama Conservation Action Network mendampingi proses belajar satwa ini setiap hari. Pendampingan dilakukan secara cermat dan disesuaikan dengan perkembangan setiap individu satwa.

Di dalam hutan Long Sam, satwa-satwa tersebut didorong untuk beradaptasi secara bertahap. Mereka mengasah kembali berbagai perilaku alami yang esensial untuk bertahan hidup, seperti kemampuan memanjat pohon dengan tangkas dan aman.

Satwa juga dilatih untuk aktif mencari pakan secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada manusia. Program ini terbukti efektif membantu satwa membangun kembali kepercayaan diri untuk hidup di alam bebas dan memulihkan naluri liarnya secara penuh, ujar Ari.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi