Bentrokan di Buton, Polisi Tangkap 81 Orang Terduga Pelaku Kerusuhan & Pembakaran

Sabtu, 8 Juni 2019 12:11 Reporter : Tim Merdeka
Bentrokan di Buton, Polisi Tangkap 81 Orang Terduga Pelaku Kerusuhan & Pembakaran Kerusuhan berujung pembakaran rumah di Buton. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 81 orang terduga pelaku ditahan jajaran Polda Sulawesi Tenggara (Sulteng) terkait kerusuhan dan pembakaran 87 rumah di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. Mayoritas mereka warga Desa Sampuabolo yang sebelumnya terjadi bentrok antar desa tersebut.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart menyatakan, 81 orang terduga pelaku masih dalam perjalanan dari Kabupaten Buton menuju Kendari. Mereka akan diperiksa intensif.

"Tadi pagi berhasil diamankan 81 diduga pelaku pembakaran dari warga Desa Sampuabolo. Mereka sedang dalam proses pergeseran dari Buton menuju Kendari, karena nanti proses penyidikannya akan dilakukan di Polda Sultra," kata Harry seperti diberitakan Liputan6.com mengutip JawaPos.com, Sabtu (8/6).

Harry menuturkan, 81 orang tersebut belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Status mereka hingga kini masih diduga sebagai pelaku pembakaran. "Semuanya statusnya masih diduga pelaku dan terperiksa. Nanti kalau sudah dilakukan pemeriksaan di Polda baru nanti bisa ketahuan perannya masing-masing," jelas Harry.

Sebelumnya, 87 unit rumah di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara habis dilalap sijago merah. Terbakarnya rumah tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda dari Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Kejadian tersebut bermula, pada Selasa 4 Juni sekitar pukul 21.00 Wita, saat sekelompok pemuda dari Desa Gunung Jaya melakukan pawai motor melintasi Desa Sampuabalo dengan cara menggas-gas sepeda motornya. Sehingga memancing kemarahan masyarakat dari Desa Sampuabalo.

Lalu, pada Rabu 5 Juni, sekitar pukul 13.00 Wita, pemuda dari Desa Sampuabalo menggunakan motoro hendak menuju ke SP1 atu Ambuau untuk menemui keluarganya dalam rangka silaturahim.

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Iriyanto mengatakan warga yang kehilangan rumah karena terbakar akibat bentrok antarwarga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya Kabupaten Buton akan mendapat kompensasi dari pemerintah."Kerugian-kerugian silakan disampaikan kepada Pemda," ujarnya.

sumber: Liputan6.com [ang]

Topik berita Terkait:
  1. Buton
  2. Bentrokan Warga
  3. Bentrokan
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini