Memiliki niat baik untuk membantu, QF yang merupakan warga Tanjung Barat, Jagakarsa, justru menjadi korban begal. Insiden ini terjadi ketika seorang pengendara motor berpura-pura menanyakan alamat, lalu melakukan aksi pembegalan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (17/8/2025) malam. Kasubdit Penmas Polda Metro, AKBP Reonald Simanjuntak, mengonfirmasi kejadian tersebut. Korban telah melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian.
Dalam laporan yang dibuat, Reonald menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika korban bertemu dengan seorang pria yang tidak dikenal di dekat Halte SMA 18 Srengseng Sawah.
Pelaku mengaku sedang mencari tempat untuk bermain PlayStation (PS) dan meminta untuk meminjam ponsel korban. Tanpa curiga, korban pun memenuhi permintaan pelaku tersebut.
"Korban diajak jalan dengan dibonceng oleh pelaku," ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Senin (18/8/2025).
Advertisement
Dijatuhkan dan Terseret
Setelah sampai di tempat yang sepi, korban diminta untuk turun dari kendaraan. Namun, karena menolak, pelaku mendorong korban hingga terjatuh.
"Pelaku berusaha kabur namun korban mencoba menahan sepeda motor pelaku," ucap dia.
Sayangnya, korban justru terseret beberapa meter di atas aspal, yang mengakibatkan luka-luka pada tubuhnya. Menyusul insiden tersebut, korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Jagakarsa.
"Kasus ini sedang ditangani," tandas dia.
Advertisement
Pencurian Sepeda Motor di Jakarta Barat
Beberapa waktu lalu, insiden kriminal juga terjadi di kawasan Jakarta Barat. Seorang pria berinisial S (37) yang diduga sebagai pencuri motor tewas setelah dihajar oleh warga setempat saat tertangkap tangan sedang mencuri sepeda motor yang terparkir di Rusunawa Daan Mogot, Tower 1, Duri Kosambi, Cengkareng pada Kamis sore, 7 Agustus 2025.
Menurut penjelasan dari Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi untuk mengungkap peristiwa tersebut. Ketiga saksi tersebut terdiri dari Ketua RT, petugas keamanan setempat, dan seorang warga.
Dalam keterangan mereka, dijelaskan bahwa awalnya terdapat seseorang yang mencurigakan dan bukan merupakan penghuni rusun yang masuk ke area tersebut. Diduga, orang tersebut berencana untuk mencuri sepeda motor matic.
"Ketua RT setempat mendapat laporan dari warga bahwa pelaku telah keluar dari area rusun dan kembali lagi untuk mengambil motor Honda Beat," ungkap Reonald dalam pernyataan tertulisnya pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Ketika diminta untuk menunjukkan identitasnya, S justru melarikan diri sambil menembakkan senjata ke udara. Seorang satpam bernama T berusaha menghadangnya, namun S malah mengarahkan pistolnya ke arah petugas keamanan tersebut.
"Pelaku menodongkan senjata dan kembali menembak ke udara sebelum melarikan diri," jelasnya.
Advertisement
Dikeroyok Sekelompok Orang
Ketika melarikan diri, Reonald mengungkapkan bahwa pelaku kembali menembakkan peluru ke arah salah satu warga yang sedang mengejarnya, tetapi tembakan tersebut meleset. Pelarian S berakhir ketika ia terjatuh, dan massa yang marah langsung mengeroyoknya. Ketika polisi tiba di lokasi, mereka segera mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa senjata api.
S kemudian dibawa ke RSUD Cengkareng, namun sayangnya nyawanya tidak dapat diselamatkan. Saat ini, kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Cengkareng.
"Pelaku dibawa ke RSUD Cengkareng untuk mendapatkan penanganan dari pihak rumah sakit, tetapi tidak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia. Kasus ini sedang ditangani Polsek Cengkareng," tegasnya.