Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar mengambil langkah proaktif dalam melindungi kesehatan masyarakat. Mereka baru saja mensosialisasikan kanal komunikasi khusus terkait risiko obat palsu di wilayahnya pada Selasa, 30 Desember 2025. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap ancaman produk farmasi ilegal.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, menyatakan bahwa kanal ini dirancang untuk menyajikan informasi temuan obat-obat palsu. Data tersebut bersumber dari hasil pengawasan ketat yang dilakukan oleh BPOM di lapangan. Hal ini penting untuk memberikan gambaran jelas kepada masyarakat.
Peluncuran kanal ini didasari oleh masih terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi akurat mengenai obat palsu. Kondisi ini membuat masyarakat rentan menjadi korban dan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan.
Advertisement
Advertisement
Mengenal Lebih Dekat Kanal Komunikasi Obat Palsu BBPOM
Kanal komunikasi yang disosialisasikan oleh BBPOM Makassar ini berfungsi sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat. Informasi yang disajikan mencakup identitas lengkap dan foto obat palsu yang berhasil ditemukan. Ini membantu masyarakat mengenali produk ilegal secara visual.
Selain itu, kanal ini juga membeberkan modus operandi peredaran obat palsu yang sering digunakan oleh para pelaku kejahatan. Masyarakat dapat mempelajari dampak negatif dari konsumsi obat palsu terhadap kesehatan. Upaya penegakan hukum yang telah dilakukan BPOM terhadap temuan tersebut juga turut dipublikasikan.
Masyarakat dapat mengakses Kanal Komunikasi Obat Palsu ini dengan mudah melalui situs web resmi BPOM. Halaman khusus tersebut beralamat di https://www.pom.go.id/hot-issue/temuan-obat-palsu. Informasi juga disebarkan melalui kanal media sosial resmi BPOM untuk jangkauan yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Ancaman dan Bahaya Peredaran Obat Palsu Global
Inisiatif pembentukan kanal ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa tidak semua masyarakat mampu membedakan antara obat asli dan obat palsu. Keterbatasan informasi ini menempatkan masyarakat pada risiko tinggi menjadi korban peredaran obat palsu. Ini adalah celah yang sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa sekitar satu dari sepuluh produk medis di negara berpendapatan rendah dan menengah adalah produk substandar atau palsu. Estimasi ini masih menjadi gambaran global besarnya masalah obat palsu. Kondisi ini menunjukkan urgensi penanganan serius.
WHO secara tegas mengimbau kepada setiap otoritas regulasi nasional (National Regulatory Authority/NRA) untuk mengomunikasikan temuan obat palsu. Pelaporan kepada publik dianggap sebagai bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mampu mengidentifikasi obat palsu secara mandiri.
Advertisement
Advertisement
Produk Obat yang Rentan Dipalsukan dan Waspada
BPOM telah merilis daftar delapan produk obat yang paling sering dipalsukan berdasarkan hasil pengawasan di lapangan. Daftar ini juga didukung oleh laporan yang masuk dari masyarakat. Informasi ini sangat penting agar masyarakat lebih waspada saat membeli produk-produk tersebut.
Kedelapan produk yang rawan ditemukan pemalsuannya meliputi Viagra, Cialis, Ventolin Inhaler, dan Dermovate. Selain itu, ada juga Ponstan, Tramadol Hydrochloride, Hexymer, serta Trihexyphenidyl Hydrochloride. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa keaslian produk sebelum mengonsumsinya.
Pemalsuan produk-produk ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Obat palsu mungkin tidak mengandung bahan aktif yang seharusnya, atau bahkan mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, membeli obat dari sumber resmi adalah langkah terbaik untuk menjamin keamanan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews