Langit Kota Batam pada Kamis (18/12) pagi menampilkan pemandangan yang berbeda, cerah membiru setelah tiga hari diselimuti mendung dan gerimis. Perubahan cuaca ini menjadi saksi bisu dimulainya sebuah inisiatif kemanusiaan yang mulia. Pemerintah Kota Batam bersama Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim berkolaborasi menggelar Batam Solidarity Airshow 2025.
Acara kedirgantaraan ini bertujuan utama menggalang donasi bagi para korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara. Misi solidaritas ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-196 Kota Batam. Pesawat tempur F-16 menjadi daya tarik utama dalam aksi kepedulian ini.
Melalui atraksi udara yang memukau, Batam Solidarity Airshow 2025 tidak hanya menghibur masyarakat. Namun juga menyatukan semangat kepedulian untuk membantu saudara-saudara di Sumatera yang terdampak bencana. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan empati dan solidaritas sosial.
Advertisement
Advertisement
Peringatan Hari Jadi Batam yang ke-196 tidak hanya diisi dengan perayaan, tetapi juga semangat kepedulian sosial yang mendalam untuk Sumatera. Wilayah tersebut sedang berduka akibat bencana ekologis yang melanda pada akhir November 2025. Pemerintah Kota Batam merasakan kesedihan ini dan berupaya mengambil bagian dalam penanganan bencana.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat, 19 Desember 2025, dampak bencana di Sumatera sangat memprihatinkan. Tercatat 1.068 jiwa meninggal dunia dan 190 orang masih dalam pencarian. Selain itu, sebanyak 147.236 rumah mengalami kerusakan parah.
Kerusakan juga meluas ke berbagai fasilitas publik, termasuk 1.600 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, dan 967 fasilitas pendidikan. Sebanyak 434 rumah ibadah, 290 gedung/kantor, serta 145 jembatan di tiga provinsi terdampak juga hancur. Merespons kondisi ini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan penanganan bencana.
Advertisement
Sebagai provinsi tetangga, Pemerintah Kota Batam secara aktif berpartisipasi dalam upaya penanganan bencana sesuai instruksi tersebut. Melalui Batam Solidarity Airshow 2025, Batam menunjukkan komitmennya. Ini adalah bentuk nyata dukungan dan empati terhadap penderitaan yang dialami masyarakat Sumatera.
Advertisement
Batam Solidarity Airshow 2025 diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Kamis (18/12) di Alun-Alun Engku Putri dan Jumat (19/12) di Pantai Novasa, Nongsa. Atraksi flying pass F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjamin menjadi pusat perhatian. Pesawat tempur ini terbang rendah di ketinggian 1.000 kaki dengan kecepatan 350 knot selama lima menit.
Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, menjelaskan bahwa Batam Solidarity Airshow 2025 mengedepankan nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Kegiatan ini merupakan respons terhadap musibah yang menimpa Sumatera. TNI AU tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan wilayah NKRI, tetapi juga memiliki peran penting dalam misi kemanusiaan.
Pesawat tempur F-16, sebagai aset penting TNI AU, berfungsi menjaga kedaulatan wilayah NKRI, khususnya di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1. Namun, melalui airshow ini, TNI AU menegaskan perannya dalam membantu rakyat. Masyarakat yang menyaksikan atraksi F-16 juga dapat menyalurkan donasi yang dikoordinir oleh Dinas Sosial Kota Batam.
Advertisement
Batam Solidarity Airshow 2025 juga menjadi simbol penguatan persatuan bangsa yang terwujud di Kota Batam. Letkol Pnb Hendro Sukamdani menegaskan komitmen TNI AU untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Batam. Tujuannya adalah membantu penanganan bencana di Sumatera dengan respons nasional yang cepat, empatik, dan bermartabat.
Sumber: AntaraNews