Banjir Lhokseumawe Rendam Pemukiman Warga hingga Asrama TNI, Danrem Soroti Kondisi Prajurit

Banjir Lhokseumawe akibat hujan deras merendam rumah warga dan asrama TNI Korem 011/Lilawangsa, mengganggu aktivitas serta membuat prihatin Danrem Ali Imran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Lhokseumawe Rendam Pemukiman Warga hingga Asrama TNI, Danrem Soroti Kondisi Prajurit
Banjir Lhokseumawe akibat hujan deras merendam rumah warga dan asrama TNI Korem 011/Lilawangsa, mengganggu aktivitas serta membuat prihatin Danrem Ali Imran. (AntaraNews)

Banjir Lhokseumawe melanda sejumlah wilayah di Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Minggu (23/11). Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut selama sepekan terakhir. Ribuan rumah warga dan fasilitas umum, termasuk asrama TNI, kini terendam air.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 40 centimeter di beberapa titik, seperti Desa Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti. Kondisi ini secara signifikan mengganggu aktivitas harian masyarakat setempat. Jalan desa dan kompleks militer Asrama TNI Hagu Selatan Korem 011/Lilawangsa juga tidak luput dari genangan.

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, langsung meninjau lokasi terdampak. Ia menyatakan keprihatinannya terhadap situasi yang dialami para prajurit dan keluarga mereka. Banjir ini menjadi tantangan serius bagi penanganan bencana di wilayah Aceh.

Banjir Lhokseumawe tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga asrama prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa. Kolonel Inf Ali Imran mengungkapkan keprihatinannya saat melihat langsung kondisi tersebut. "Kita di Aceh itu rentan banjir, jadi bagaimana mau membantu warga, sedangkan kondisi rumah prajurit itu sendiri aja terendam banjir, ini PR bagi saya," ujarnya.

Situasi ini menyebabkan gangguan serius bagi istirahat para prajurit dan keluarga. Anak-anak terpaksa tidur di antara tumpukan kain di atas kursi untuk menghindari genangan air. Banyak prajurit bersama istrinya harus berjaga semalaman demi menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Danrem Ali Imran merasa haru melihat perjuangan para anggotanya. Ia memerintahkan agar prajurit yang rumahnya terendam segera mengevakuasi anak dan keluarga ke mess satuan. Evakuasi ini dilakukan sampai kondisi di asrama benar-benar stabil dan aman untuk ditinggali kembali.

Banjir Lhokseumawe ini diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda Aceh. Hujan berkepanjangan dengan intensitas tinggi telah terjadi selama sepekan terakhir di hampir seluruh wilayah Aceh. Lhokseumawe yang merupakan dataran rendah menjadi sangat rentan terhadap genangan air.

Selain faktor geografis dan curah hujan tinggi, Kolonel Inf Ali Imran menduga adanya masalah pada sistem drainase. Selokan pembuangan air di daerah tersebut kemungkinan tersumbat, sehingga tidak mampu menampung debit air. Kondisi ini membuat Lhokseumawe rentan banjir saat musim hujan maupun pascarob.

Dalam menghadapi situasi sulit ini, Danrem Ali Imran memberikan pesan penting kepada para prajuritnya. Ia menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan keluarga, terutama anak-anak, di atas segalanya. "Apabila keluarga aman, apapun tugas yang diberikan itu, maka dengan mudah dapat diselesaikan,” pesannya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi