Banjir besar terjang permukiman sekitar Sungai Babura Medan
Merdeka.com - Banjir melanda sejumlah kawasan di Medan, Senin (19/10). Setelah hujan berhenti pada malam dan dini hari, Sungai Babura meluap sampai siang akibatnya sebagian warga memilih mengungsi.
Banjir melanda kawasan rendah di sekitar Sungai Babura dan di hilir Sungai Deli, seperti di Jalan Saudara Gang Mandor, Kelurahan Beringin, Medan Selayang; sekitar Jalan Duku, Simalingkar; serta sekitar Jalan Jamin Ginting Gang Dipanegara.
Luapan air bahkan sampai memunculkan genangan air di kawasan Simpang USU, Jalan Dr Mansyur. Akibatnya, kemacetan terjadi di sana.
Kondisi terparah terlihat di Jalan Saudara, Gang Mandor. Air bahkan menenggelamkan sebagian besar dari puluhan rumah yang ada di sana.
Warga menyatakan air mulai masuk ke rumah warga, Minggu (18/10) malam sekitar pukul 23.00, saat hujan lebat melanda Kota Medan sekitarnya. Air terus meninggi hingga menjelang siang.
"Semula kami kira banjir biasa, biasanya cuma sedengkul, ternyata rumah sampai tenggelam," Ari Purnama (37), seorang warga Gang Mandor.
Meski kawasan yang tergenang memang langganan banjir, namun genangan air tergolong tinggi. "Terakhir seperti ini pada April 2011," imbuh Ari.
Ari bersama belasan keluarga lain memilih mengungsi ke Masjid Al Qomar, Jalan Saudara. Sebagian keluarga mengungsi ke tempat lain, termasuk ke rumah kerabatnya.
Sebagian tetap bertahan di rumah mereka. Akibatnya petugas SAR, BNPB Kota Medan dan kepolisian turun ke lokasi untuk menjemput warga. Mereka menggunakan perahu karet milik Kantor SAR Medan. BNPB juga mengerahkan perahu karet dan perahu fiber untuk membantu.
Sementara itu, hingga pukul 13.00 WIB, warga belum mendapat bantuan. Mereka bahkan belum makan siang. "Kalau nanti ada bantuan, mudah-mudahan tidak disunat," harap seorang warga yang tak ingin disebut namanya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya