Badan Gizi Nasional (BGN) menerjunkan tim investigasi untuk menanggapi laporan dari insiden keracunan makan bergizi gratis (MBG) dari wilayah SPPG Bandung, tepatnya di Kecamatan Coblong.
BGN kini tengah menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan mentah yang digunakan. Hasilnya, diperkirakan akan diketahui dalam 10 hari ke depan.
BGN juga berduka atas insiden dugaan keracunan pangan dalam Program MBG yang menimpa sejumlah siswa di wilayah Bandung dan Tasikmalaya.
Salah satu kejadian terbaru dilaporkan terjadi di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Tasikmalaya, pada Kamis (1/5). Kepala BGN, Dadan Hindayana memastikan turun tangan dan menyelidiki penyebabnya.
Advertisement
Kolaborasi lintas pihak
“Menyikapi munculnya kasus serupa di beberapa wilayah, kami menegaskan komitmen BGN untuk mengusut secara tuntas penyebabnya dan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (3/5/2025).
Dadan menekankan, pentingnya kolaborasi lintas pihak termasuk satuan pendidikan, ahli gizi, penyedia bahan pangan, serta institusi pengawasan mutu untuk memastikan seluruh proses penyediaan MBG, mulai dari pemilihan bahan hingga distribusi, memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
Sementara itu, Michael Julius Tobing, Kepala SPPG Yayasan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Tasikmalaya mengaku semua prosedur penanganan bahan pangan telah dilakukan secara teliti sebelum pengolahan.
“Setiap komponen menu seperti tahu, ayam, beras, sayur, dan kentang diperiksa kualitasnya secara menyeluruh sebelum diolah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, hasil uji awal dilakukan tim ahli gizi SPPG dan menunjukkan makanan dalam kondisi baik sebelum dikirim ke penerima manfaat.
“Kami memastikan seluruh proses, baik pengolahan maupun distribusi, sesuai dengan standar operasional. Namun investigasi mendalam tetap diperlukan untuk memastikan titik kritis masalah,” tambah Michael.
BGN memastikan siswa terdampak telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan di fasilitas kesehatan setempat.