Alur Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Terpantau dengan Telemedicine

Selanjutnya, masyarakat melakukan konsultasi awal. Setelah terkonfirmasi memiliki gejala Covid-19 diperkuat dengan hasil PCR swab positif, masyarakat bisa menentukan untuk melakukan isolasi mandiri atau menjalani perawatan di rumah sakit.

Supriatin
Oleh Supriatin- Reporter
Alur Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Terpantau dengan Telemedicine
Aula Masjid Jadi Tempat Penampungan Sementara OTG. ©2021 Liputan6.com/Johan Oktavianus

Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menjelaskan alur isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 yang terpantau melalui telemedicine. Sebelum melakukan isolasi mandiri, masyarakat perlu memilih layanan telemedicine.

Selanjutnya, masyarakat melakukan konsultasi awal. Setelah terkonfirmasi memiliki gejala Covid-19 diperkuat dengan hasil PCR swab positif, masyarakat bisa menentukan untuk melakukan isolasi mandiri atau menjalani perawatan di rumah sakit.

Tim Mitigasi PB IDI menyebut, pasien Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri apabila hanya mengalami enam kondisi. Pertama, keadaan atau kondisi klinis secara umum baik. Kedua, saturasi oksigen dalam keadaan istirahat lebih dari 94 persen.

Ketiga, tidak ada desaturasi oksigen saat aktivitas. Keempat, tidak ada sesak. Kelima, frekuensi napas di bawah 20 kali per menit untuk dewasa. Keenam, frekuensi napas di bawah 30 kali per menit untuk anak.

Adapun pasien Covid-19 yang harus dirujuk ke rumah sakit apabila berada pada 11 kondisi. Yakni, keadaan secara umum sedang, kurang dan tampak sakit. Kemudian, saturasi oksigen dalam keadaan istirahat kurang dari 94 persen, terjadi desaturasi oksigen saat aktivitas dan membutuhkan obat sesak napas (bronkodilator).

Selain itu, pasien berumur di atas 60 tahun, ada faktor komorbid hipertensi, diabetes mellitus, gagal jantung, penyakit jantung coroner, penyakit paru kronis, gagal ginjal kronis, kanker atau imunosupresi.

Selanjutnya, pasien Covid-19 mengalami perubahan status mental atau kesadaran, frekuensi napas lebih dari 20 kali per menit untuk dewasa, frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit untuk anak, denyut nadi lebih dari 120 kali per menit dan tekanan dari kurang dari 90/60 mmHg.

Penjelasan Tim Mitigasi PB IDI ini disampaikan melalui akun media sosialnya pada Senin (5/7). Pengkategorian pasien Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri atau rujuk ke rumah sakit bersumber dari American College of Emergency Physicians (ACEP).

Kementerian Kesehatan telah membuka layanan telemedicine atau konsultasi kesehatan virtual bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Layanan ini menggandeng 11 platform telemedicine di Indonesia.

11 Platform telemedicine tersebut di antaranya Alodokter, Getwell, Good Doctor, Halodoc, Klik Dokter, Klinik Go, Link Sehat, Pro Sehat dan Yesdok.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan konsultasi kesehatan melalui layanan telemedicine ini bersifat gratis. Selain itu, pasien Covid-19 akan mendapatkan obat gratis sesuai gejala yang dialaminya.

Rekomendasi