Tim nasional Aljazair akan menghadapi Austria dalam pertandingan krusial terakhir Grup J Piala Dunia 2026. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, pada Minggu (28/6) pagi WIB. Pertandingan ini akan menjadi penentu utama bagi kedua tim untuk mengamankan satu tempat di babak 32 besar turnamen akbar tersebut.
Kedua timnas sama-sama mengincar kemenangan mutlak demi melaju ke fase gugur, setelah mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan sebelumnya. Pemenang dari duel ini dipastikan akan finis sebagai runner-up di bawah Argentina dalam klasemen sementara Grup J. Hasil imbang masih memberikan peluang bagi Austria untuk lolos sebagai peringkat kedua, mengingat mereka akan unggul selisih gol.
Sementara itu, Aljazair memiliki jalur alternatif untuk melangkah ke babak selanjutnya melalui kategori tim peringkat ketiga terbaik. Mereka akan bersaing dengan negara-negara lain dari Grup D, E, I, dan L yang berada di posisi serupa. Pertemuan ini bukan hanya perebutan poin, tetapi juga pertaruhan gengsi dan sejarah panjang sepak bola.
Advertisement
Advertisement
Pertarungan antara Aljazair dan Austria di Grup J Piala Dunia 2026 ini memiliki implikasi besar terhadap kelanjutan mereka di turnamen. Dengan Argentina yang sudah kokoh di puncak grup, fokus utama beralih ke siapa yang akan mendampingi mereka dari Grup J. Kedua tim memasuki laga terakhir dengan modal poin yang sama, menjadikan pertandingan ini layaknya final.
Bagi Austria, hasil imbang sudah cukup untuk mengamankan posisi runner-up jika mereka mampu mempertahankan keunggulan selisih gol. Strategi ini mungkin akan sedikit memengaruhi pendekatan mereka di lapangan, meskipun pelatih Ralf Rangnick telah menegaskan timnya akan bermain untuk menang. Kehati-hatian tetap diperlukan agar tidak kecolongan.
Di sisi lain, Aljazair harus berjuang lebih keras karena peluang mereka untuk lolos sebagai runner-up hanya bisa didapat dengan kemenangan. Jika hanya meraih hasil imbang atau kalah, Aljazair masih punya harapan melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik. Ini menuntut mereka untuk tampil agresif dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Advertisement
Skenario lolos sebagai tim peringkat ketiga terbaik akan sangat bergantung pada hasil pertandingan di grup lain. Oleh karena itu, kemenangan adalah opsi paling aman bagi Aljazair untuk memastikan langkah mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Advertisement
Laga Aljazair vs Austria ini bukan hanya sekadar pertandingan sepak bola biasa, melainkan juga membawa beban sejarah. Statistik FIFA mencatat, ini adalah pertemuan kedua bagi kedua tim di putaran final Piala Dunia. Pertemuan pertama mereka terjadi pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, di mana Austria berhasil mengalahkan Aljazair dengan skor 2-0.
Momen Piala Dunia 1982 tersebut dikenang sebagai bagian dari kontroversi "Disgrace of Gijon". Skandal ini melibatkan dugaan persekongkolan antara Jerman Barat dan Austria. Saat itu, Jerman Barat diduga sengaja hanya mencetak satu gol ke gawang Austria, guna memastikan kedua tim lolos ke fase gugur sekaligus menyingkirkan Aljazair secara tidak sportif.
Kejadian memalukan ini mendorong FIFA untuk menerapkan aturan baru, yaitu semua pertandingan terakhir fase grup harus dimainkan secara bersamaan. Tujuannya adalah untuk mencegah praktik tidak sportif serupa di masa mendatang. Kini, 44 tahun kemudian, Aljazair memiliki kesempatan untuk "membalas dendam" dan menulis ulang sejarah mereka melawan Austria di panggung Piala Dunia 2026.
Advertisement
Advertisement
Menjelang pertandingan penentu ini, kedua tim menghadapi tantangan terkait kondisi pemain. Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, berharap penyerang andalannya, Mohamed Amoura, dapat pulih dari cedera dan siap diturunkan. Kehadiran Amoura tentu akan menambah daya gedor lini serang Aljazair yang dikenal dengan kecepatan serang baliknya.
Di kubu Austria, pelatih Ralf Rangnick tetap optimistis meskipun bek Stefan Posch sempat mengalami cedera rahang pada laga sebelumnya. Kedua pelatih telah menegaskan bahwa tim mereka mengincar kemenangan penuh dan menepis anggapan akan bermain aman demi menghindari calon lawan tertentu di fase gugur. Ini mengindikasikan bahwa pertandingan akan berjalan terbuka dan menarik.
Secara prestasi, Aljazair memiliki catatan terbaik mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Sementara itu, Austria pernah finis di posisi ketiga pada Piala Dunia 1954 di Swiss, yang hingga kini menjadi pencapaian terbaik mereka. Pengalaman ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi kedua tim untuk melampaui capaian sebelumnya.
Advertisement
Laga ini diperkirakan akan berlangsung terbuka dan sengit karena kedua tim sangat membutuhkan hasil positif. Austria diprediksi sedikit lebih diunggulkan berkat permainan yang solid dan terorganisir. Namun, Aljazair memiliki senjata kecepatan serangan balik yang berpotensi besar untuk menyulitkan lini pertahanan Austria yang kokoh.
- Aljazair: Luca Zidane (kiper), Aissa Mandi, Ramy Bensebaini, Mohamed Amine Tougai, Zineddine Belaid, Houssem Aouar, Fares Chaibi, Rahim Zerrouki, Hicham Boudaoui, Riyad Mahrez, Mohamed Amoura.
- Austria: Patrick Pentz (kiper), Stefan Posch, David Alaba, Kevin Danso, Philipp Lienhart, Nicolas Seiwald, Konrad Laimer, Florian Grillitsch, Marcel Sabitzer, Michael Gregoritsch, Marko Arnautovic.
Sumber: AntaraNews
Advertisement