Pascakejadian itu, Ganjar langsung menghubungi Pangdam IV/ Diponegoro hingga Panglima TNI untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Calon Presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, menyikapi insiden yang dialami sejumlah relawannya di Boyolali.
Seperti diketahui, tujuh relawan Ganjar-Mahfud dikereyok belasan anggota TNI Kompi Senapan B Bataliyon Infanteri (Yonif) Raider 408/ Suhbrastha di Boyolali karena dianggap membuat bising setelah menggeber motor berknalpot bising.
Pascakejadian itu, Ganjar langsung menghubungi Pangdam IV/ Diponegoro hingga Panglima TNI untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
"Langsung kita urus, panglima TNI, Kasad, Pangdam saya kontak semua, tidak bener ini (tindakan oknum) langsung semua dihukum, responsnya cepet," kata Ganjar saat ditemui Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Gebang Purworejo pada Minggu (31/12).
Advertisement
Ganjar juga meminta pada relawannya juga masyarakat berhati-hati bila sedang berada di jalanan. Apalagi jika membawa kendaraan, jangan sampai memancung emosi.
"Terus kemudian marah, gelutan. Bawa motor dicegat kemudian digampleng. Semena-mena bukan zamannya lagi, jangan sakiti rakyat. Ini saya peringatkan."
Ujar Ganjar
Advertisement
Ganjar juga mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil aparat TNI agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
"Mungkin itu yang membikin emosi orang lain. Meskipun tentu saja caranya diproses saja, tidak apa-apa tapi jangan dipukuli sampai bengep-bengep," tegas Ganjar.
Advertisement
Ganjar juga memastikan relawannya tidak ada yang meninggal pascapengeroyokn itu. Dia memastikan informasi yang menyebut ada relawan meninggal adalah hoaks.
Ganjar juga memastikan relawannya tidak ada yang meninggal pascapengeroyokn itu. Dia memastikan informasi yang menyebut ada relawan meninggal adalah hoaks.
Advertisement
Terpisah, Ketua TPD Ganjar-Mahfud Jawa Tengah, Agustina Wilujeng menyesalkan peristiwa kekerasan terhadap relawan mereka. Menurutnya, tak sewajarnya prajurit TNI bertindak main hakim sendiri.
"Kalau memang relawan kami salah, suara knalpotnya mengganggu, bisa ditegur atau diamankan sesuai prosedur hukum. Tidak dengan tindak kekerasan," kata Ketua TPD Ganjar-Mahfud Jawa Tengah, Agustina Wilujeng, Minggu (31/12).
Tindakan penganiayaan itu sudah menodai pesta demokrasi yang tengah berlangsung. Baginya, pemilihan umum (pemilu) yang menyenangkan dan riang gembira hilang seketika.
"Sangat menyesalkan. Kita ingin dan selalu menyuarakan agar pemilu dan pilpres ini menjadi pesta demokrasi yang menyenangkan, riang gembira bagi rakyat," ujarnya.
Upayanya sebagai tim peserta pesta demokrasi tidak ada artinya dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum prajurit Kompi Senapan B Bataliyon Infanteri (Yonif) Raider 408/ Suhbrastha tersebut. Pihaknya memastikan akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas
"Tetapi, kejadian kali ini mencoreng upaya kami, dan itu justru dilakukan oleh aparat," tuturnya.
Advertisement