OJK Catat Restrukturisasi Kredit Capai Rp638 Triliun Hingga Februari 2022

Wimboh menyebut, kredit perbankan melanjutkan tren positif dengan tumbuh sebesar 6,33 persen year on year pada Februari 2022. Adapun rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terkendali dengan baik di level 3,08 persen dan nett sebesar 0,87 persen.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Capai Rp638 Triliun Hingga Februari 2022
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. ©Liputan6.com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, restrukturisasi kredit hingga Februari 2022 mencapai Rp638,22 triliun dengan jumlah debitur 3,7 juta.

Berdasarkan data OJK, total restrukturisasi kredit hingga Februari 2022 turun sebesar Rp25,27 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2021 lalu yakni Rp663,49 triliun menjadi Rp638,22 triliun.

"Sedangkan, jika dibandingkan total restrukturisasi kredit tahun 2020 yang mencapai Rp829,71 triliun, jumlahnya turun hingga Rp191,49 triliun pada Februari 2022," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Focus Group Discussion (FGD) Redaktur 'Perkembangan Kinerja Pengaturan dan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan', dikutip Selasa, (26/4).

Wimboh menyebut, kredit perbankan melanjutkan tren positif dengan tumbuh sebesar 6,33 persen year on year pada Februari 2022. Adapun rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terkendali dengan baik di level 3,08 persen dan nett sebesar 0,87 persen.

Di sisi lain, Wimboh juga memaparkan terkait kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat lebih tinggi dari periode sebelum pandemi, bahkan telah mencatatkan rekor all time high. Tercatat IHSG 22 April mencapai 7.225,61 alias naik 9,79 persen year to date dibanding IHSG 20 Desember 2021 yang mencapai 6.581,48.

Kemudian, untuk minat penghimpunan dana tetap terjaga, dari sisi demand side terlihat investor pasar modal terus meningkat signifikan di tengah pandemi menjadi 8,4 juta pada bulan Maret 2022, mayoritas oleh investor ritel.

Rata-rata investor ritel berusia kurang lebih 30 tahun semakin mendominasi dibandingkan tahun lalu. Selain itu, nilai dan frekuensi transaksi juga meningkat pada awal maret 2022.

Penghimpunan Dana Pasar Modal

Untuk supply side, penghimpunan dana di pasar modal sampai dengan 5 April 2022 mencapai Rp 71 triliun dari 17 IPO, 8 penawaran umum terbatas (PUT), dan 39 PU Efek bersifat utang. Kata Wimboh, juga masih terdapat 93 PU senilai Rp 61,55 triliun yang masih dalam pipeline, diperkirakan target 2022 tercapai.

Lalu, nilai penawaran umum tahun 2022 terbesar dilakukan di sektor keuangan sebesar 36 persen, disusul basic material 15,1 persen, infrastruktur 11,4 persen, industri 9,2 persen, consumer non cyclicals 5,8 persen, healthcare 7,1 persen, teknologi 1,1 persen, transportasi dan logistik 0,5 persen, dan sisanya ada sektor properti dan real estate.

Diakhir, Wimboh juga mencatat kinerja industri keuangan non bank (IKNB) juga terjaga dengan baik. Hal itu terlihat dari data piutang Perusahaan Pembiayaan per Februari 2022 telah mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,43 persen yoy.

Namun demikian, Premi asuransi masih mengalami kontraksi yaitu Asuransi umum dan reasuransi (-3,5 persen yoy) dan asuransi jiwa (-22 persen yoy).

Rekomendasi