Pemerintah China tengah menyiapkan langkah besar untuk mengatasi persoalan limbah baterai kendaraan listrik yang kian meningkat. Negara tersebut merancang seperangkat standar nasional baru guna memperkuat industri daur ulang baterai, menjadikannya salah satu upaya paling ambisius di dunia dalam pengelolaan limbah energi.
Langkah ini lahir dari hasil program percontohan yang menunjukkan tingkat keberhasilan tinggi. Dalam fase uji coba, sejumlah perusahaan mampu memulihkan hingga 99,6 persen logam berharga seperti nikel, kobalt, dan mangan dari baterai bekas. Sementara itu, 96,5 persen litium juga berhasil didaur ulang dengan efisiensi tinggi.
Hasil tersebut membantah kekhawatiran bahwa baterai kendaraan listrik hanya akan berakhir di tempat pembuangan akhir. Sebaliknya, China membuktikan bahwa baterai bekas dapat memiliki “kehidupan kedua” yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Menurut laporan ArenaEV yang terbit Sabtu (31/10), pemerintah telah membentuk komite teknis nasional yang terdiri dari para ahli baterai, pemasok bahan baku, produsen kendaraan listrik, dan perusahaan daur ulang. Komite ini bertugas menyusun regulasi yang menyeluruh dan memastikan seluruh rantai pasok baterai bekas dapat terintegrasi dengan baik.
Sejalan dengan itu, Administrasi Umum Pengawasan Pasar Tiongkok telah menyetujui lima standar nasional baru yang mengatur setiap tahap proses daur ulang, mulai dari penanganan, penyimpanan, hingga metode pembongkaran yang aman dan efisien.
Sebelum aturan baru ini disahkan, industri telah mengacu pada pedoman “Spesifikasi Daur Ulang dan Pembongkaran Baterai Tenaga Kendaraan” yang digunakan secara luas untuk menjaga keseragaman praktik. Namun, dengan regulasi baru yang lebih ketat, pemerintah berharap sistem daur ulang baterai akan menjadi lebih terstandar dan transparan.
Kebijakan ini sekaligus memperkuat posisi China sebagai pemimpin global dalam rantai pasok kendaraan listrik, memastikan bahwa transisi menuju energi bersih tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru di masa depan.
Advertisement
Ajak partisipasi global, utamakan aspek keselamatan
China tidak hanya fokus pada aspek domestik, tetapi juga aktif dalam mendorong pengembangan standar global untuk daur ulang baterai.
Negara ini terlibat dalam perundingan internasional dan berkontribusi dalam penyusunan regulasi baru untuk mengevaluasi kinerja baterai yang memiliki "masa pakai kedua".
Di sisi lain, keselamatan menjadi prioritas utama. Pemerintah menerapkan regulasi ketat terhadap baterai lithium-ion yang digunakan pada sepeda listrik, termasuk melarang penggunaan baterai bekas dari mobil listrik untuk kendaraan tersebut.
Pendekatan yang terstruktur dan berlandaskan standar ini memberikan manfaat yang luas, menciptakan nilai ekonomi melalui pemulihan material berharga, serta membuka peluang kerja baru di sektor teknologi tinggi. Selain itu, strategi ini juga berperan dalam mengurangi dampak ekologis dari penambangan bahan mentah. Dengan langkah-langkah tersebut, Tiongkok menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.