Isuzu terus memperluas pasar kendaraan niaga ringan Traga yang diproduksi di Indonesia. Bersama pasar domestik, Isuzu Indonesia senantiasa mencari pasar ekspor baru kendaraan "made in" Indonesia ini.
Attias Asril, General Manager Marketing Divising PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), mengatakan saat ini Traga baru diekspor ke Filipina.
"Tapi kami terus mencari tujuan ekspor baru Traga yang akan dipasarkan ke Laos dan Kamboja. Negara-negara di Amerika Tengah juga termasuk tapi pandemi sedikit menghambatnya. Kami memperluas pasar Traga karena basis produksinya ada di Indonesia," ujar Attias dalam diskusi daring yang digelar Forum Wartawan Otomotif Indonesia, Selasa (24/8).
Periode Januari-Juli tahun ini, Isuzu mengekspor Traga dalam bentuk terurai (CKD) set sebanyak 643 unit. Naik 1.500 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 39 unit.
Isuzu Traga debut global di Jakarta pada 2018.Kegiatan riset dan pengembangan (R&D) Isuzu Traga dilakukan sejak 2014 oleh tim Isuzu Jepang dan Indonesia. Insinyur Indonesia terlibat dalam pengembangan Isuzu Traga, antara lain pengembangan frame, melakukan uji jalan, dan sebagainya. Sementara untuk pengembangan mesin dan bodi kendaraan dilakukan oleh insinyur Jepang.
Traga memiliki kandungan lokal sekitar 51 persen dengan menggunakan mesin legendaris Isuzu 4JA1-L berkapasitas 2.500 cc diesel direct injection.
Sementara penjualan domestik Traga mencapai sekitar 6.200 unit di periode yang sama. Model Isuzu Elf juga mirip-mirip yakni sekitar 6.200 unit dan model Isuzu Giga terjual 1.100 unit.
Menurut Attias, Isuzu Indonesia juga akan terus memperluas Traga di pasar domestik bersama ekspor. Selain menyasar pasar sektor usaha selain logisigs, ritel, dan ekspress yang selama ini menjadi pasar utama Traga, Isuzu Indonesia juga akan menambah varian produk Traga. "Misalnya kami akan membuat varian-varin bvaru seeprti blind van berbasis Traga."
Advertisement
Tumbuh 53,1 Persen Semester I
Penjualan Isuzu Indonesia mencatat tren positif di semester I tahun ini. Penjualan ritelnya mencapai 11.968 unit, tumbuh 53,1 persen dibandingkan semester I tahun lalu yang 7.818 unit. Bahkan pertumbuhan itu lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan kendaraan komersial secara nasional yang 44,5 persen.
Menurutu Attias, pertumbuhan itu akibat perekonomian Indonesia cenderung membaik dari awal pandemi tahun lalu.
Selama semester I, model Traga berkontribusi terbesar bagi Isuzu dengan volume penjualan ritel 5.409 unit. Disusul Isuzu Elf dengan volume 5.370 unit dan Giga 1.029 unit.