Balap liar tidak patut dicontoh. Tapi lantaran pernah menyelami balap liar dan kerap kali menang, mendorong Kahar untuk lebih kreatif mendandani Kawasaki Ninja 160 R lansiran 2011. Daripada sekadar mengadu nyali dan membahayakan keselamatan orang lain di jalan raya.
Hobinya ini kemudian disalurkan dengan melaburi besutannya dengan permainan warna airbrush, mirip mirip permen nano-nano, yang rame rasa dan warna. Untuk pengecatan ia mempercayakan pada bengkel Can's Airbrush. Tak banyak modifikasi yang mewajahi motornya, cukup sederhana tapi sudah bikin puas si empunya, setidaknya untuk saat ini.
Kahar yang berprofesi sebagai pelelang ikan disalah satu pasar ikan di Jakarta lebih banyak bermain pengecatan daripada 'memanaskan' engine, seperti yang pernah dilakoninya di trek pendek jalan umum.
Ninja 150 yang tanpa jubah, akhirnya diberi fairing milik Kawasaki Ninja KR 150. Kemudian diselimuti aneka warna dan diberi tulisan 'Makassar bisa tonji', yang artinya kira-kira orang Makassar di Jakarta juga bisa sama dengan orang-orang asli ibukota.
Selain permainan warna airbrush, bagian lain yang dirubah adalah pemakaian velg Vinchi yang bersanding dengan karet pembungkus FDR 60-90/17 depan dan belakang Mizzle 225/17. Sementara corong gas buang custom by Dwi Mysterius. Handling biar lebih mantab dan membungkuk diambil Ride It, dan pengereman terutama cakram dicomot merek TDR.
(kpl/nzr/sno)Advertisement