Tata Cara Sholat Idul Adha, Lengkap Beserta Niat dan Keutamaannya Bagi Ibadah Anda

Tata cara sholat Idul Adha maupun waktu pelaksanaan yang satu ini sama dengan sholat Idul Fitri. Namun, yang membedakan adalah bacaan niatnya saja.

Rakha Fahreza Widyananda
Tata Cara Sholat Idul Adha, Lengkap Beserta Niat dan Keutamaannya Bagi Ibadah Anda
ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Idul Adha menjadi hari raya yang dinanti-nanti oleh umat muslim seluruh dunia selepas Hari Raya Idul Fitri. Pada hari raya yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah ini biasanya para umat muslim akan menyembelih hewan kurban dan nantinya daging hewan kurban tersebut akan dibagikan kepada orang-orang sekitar, terutama bagi mereka yang tidak mampu dan membutuhkan. Baca Alquran di sini.

Penyembelihan hewan kurban tersebut dilakukan setelah sholat ied yang merupakan peringatan atas perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti dari putranya, Nabi Ismail. Maka dari itu, kita mengenal Hari Raya Idul Adha juga disebut sebagai hari raya kurban.

Sama halnya dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri, tata cara sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, akan lebih baik jika dikerjakan secara berjemaah meskipun jika dalam keadaan yang tidak memungkinkan kita boleh melakukannya sendiri atau dengan istilah munfarid.

Tata cara sholat Idul Adha maupun waktu pelaksanaan yang satu ini sama dengan sholat Idul Fitri. Namun, yang membedakan adalah bacaan niatnya saja. Waktu pelaksanaannya ialah setelah matahari terbit atau sekitar jam 6 pagi hingga sebelum dhuhur. Tak hanya itu, jumlah rakaatnya pun juga sama, yaitu dua rakaat dan diakhiri dengan khotbah.

Tata cara sholat Idul Adha seperti halnya ibadah lainnya juga memiliki keutamaan tersendiri bagi yang menjalankan. Lalu, apa saja keutamaan sholat Idul Adha dan bagaimana tata cara sholat Idul Adha yang benar? Untuk mengetahui secara lebih rinci, berikut kami rangkum tata cara sholat Idul Adha lengkap beserta niat dan keutamaannya yang dilansir dari kapanlagi.com

Tata Cara Sholat Idul Adha

1. Membacan niat sholat Idul Adha

ushalli sunnata li 'idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

2. Takbiratul ihram

3. Membaca Doa Iftitah

Kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin, Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiin, Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya: "Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."

4. Takbir sebanyak tujuh kali dan boleh mengangkat tangan ketika takbir. Di antara setiap takbir, bacalah kalimat tasbih yakni:

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar

Artinya: "Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar"

Selain bacaan di atas, Anda juga bisa membaca bacaan lainnya tentang pujian yang ditujukan pada Allah SWT.

5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah

6. Dilanjutkan dengan membaca surat lainnya

Anda bisa cukup menyimak surat lainnya yang dibacakan oleh imam jika Anda seorang makmum.

7. Ruku' dengan tuma'ninah

8. I'tidal dengan tuma'ninah

9. Sujud dengan tuma'ninah

10. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

11. Sujud kedua dengan tuma'ninah

12. Bangkit dari sujud dan bertakbir

13. Takbir lagi sebanyak lima kali, diantara takbir membaca kalimat tasbih sama seperti sebelumnya

14. Membaca surat Al Fatihah

15. Dilanjutkan dengan membaca surat lainnya

Apabila Anda menjadi seorang makmum, cukup menyimak surat lainnya pada imam membacakan suratannya.

16. Ruku' dengan tuma'ninah

17. I'tidal dengan tuma'ninah

18. Sujud dengan tuma'ninah

19. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

20. Sujud kedua dengan tuma'ninah

21. Duduk tasyahud dengan tuma'ninah

22. Salam

23. Mendengarkan khotbah

Setelah selesai salam, sebaiknya jangan buru-buru untuk pulang terlebih dahulu. Meskipun hukumnya merupakan sunnah, akan sangat disarankan untuk kita mendengarkan khotbah hingga selesai, kecuali apabila kita memang tidak melakukan sholat Idul Adha secara bersamaan.

Keutamaan Menjalankan Sholat Idul Adha

Tata cara sholat Idul Adha akan lebih sempurna apabila kita juga mengetahui keutamaan dari sholat tersebut. Sama halnya dengan ibadah lainnya, tata cara sholat Idul Adha apabila dilakukan secara benar akan memiliki banyak keutamaan bagi yang menjalankannya, antara lain adalah:

1. Berlipat Amal Ibadah

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang suci dan mulia, terutama pada 10 Dzulhijjah yakni pada saat Hari Raya Idul Adha. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Tiada hari yang di dalamnya ada suatu amal yang paling dicintai Allah kecuali hari-hari ini (hari raya Idul Adha)." Maka dari itu, jika kita menjalankan sholat Idul Adha maupun ibadah baik lainnya, Allah akan melipatgandakan pahala kita.

2. Dihapuskan Segala Dosanya Selama Satu Tahun

Keutamaan sholat Idul Adha yang berikutnya adalah apabila Anda melakukan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah sebelum nantinya melakukam solat Idul Adha, maka hal tersebut akan menghapuskan dosa selama 1 tahun. Baik sebelum maupun sesudahnya, karena hal itu juga merupakan keutamaan melaksanakan puasa Arafah.

3. Menyempurnakan Ibadah dengan Ibadah Kurban

Salah satu hal yang dianjurkan saat Idul Adha adalah menyembelih hewan kurban bagi yang mampu karena hal ini merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah. Sebagaimana dalam Rasullullah SAW bersabda,

"Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya kurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan kurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah-sebagai qurban-di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya."

Rekomendasi