Bikin Miris, Kota Kediri Cuma Punya Satu TPA untuk Tampung Sampah hingga 2023

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) III di Kota Kediri menjadi satu-satunya yang masih beroperasi hingga 2023. Kenyataan ini bikin miris.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Bikin Miris, Kota Kediri Cuma Punya Satu TPA untuk Tampung Sampah hingga 2023
4 Juta Pemulung Terkena Dampak Corona. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) III di Kota Kediri menjadi satu-satunya yang masih beroperasi. Sebelumnya TPA I dan TPA II sudah ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri lantaran melebihi kapasitas.

Secara teori, TPA III Kota Kediri ini hanya bisa menampung sampah hingga akhir 2022. Namun, Pemkot setempat memperkirakan TPA itu bakal berfungsi hingga 2023.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Mohamad Anang Kurniawan menjelaskan TPA di Kediri memanfaatkan sistem Sanitary Landfill. Pemanfaatan sistem tersebut membuat TPA mampu menampung sampah lebih lama.

"TPA III ini secara teori mungkin 2022 akhir. Namun, kami mampatkan dengan Sanitary Landfill, jadi bisa sampai 2023 dan ini masih muat," terangnya di Kediri, Selasa (18/1/2022).

140 Ton Sampah Per Hari

Setiap hari volume sampah yang dihasilkan dari rumah tangga dan tempat usaha di Kota Kediri rata-rata sekitar 140 ton. Sampah tersebut kemudian dibuang ke TPA III Kota Kediri.

Salah satu kendala operasional TPA di musim hujan adalah lahan becek. Namun, kata Anang, DLHKP memiliki solusi tersendiri untuk menangani hal tersebut.

Pihaknya mampu mengolah air lindi atau limbah cair yang berasal dari air hujan yang menggenang pada timbunan sampah.

Pembenahan

Pihak DLHKP Kota Kediri juga melakukan pembenahan dengan cara normalisasi dan resirkulasi kolam penampung di saluran Instalasi Pipa Air Limbah (IPAL) dan kolam penampungan air lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) III.

Normalisasi dan resirkulasi kolam tersebut dilakukan dengan menguras dan mengeduk lumpur endapan secara bertahap pada kolam anaerob, fakultatif, maturasi, dan wetland.

Pembenahan dilakukan pada musim kemarau. Pasalnya pada musim hujan, air lindi yang bercampur air hujan akan ditampung di kolam-kolam tersebut.

Normalisasi dan resirkulasi dilakukan untuk mengurai bakteri pada air lindi atau air sampah organik agar tidak menimbulkan bau menyengat di sekitar TPA.

"Saat ini musim hujan, ada beberapa titik yang becek. Dengan sistem Sanitary Landfill, air lindi juga diolah," imbuh Anang, mengutip dari ANTARA.

Imbauan untuk Masyarakat

Anang menegaskan, pihaknya berupaya selalu menjaga kebersihan Kota Kediri. Para petugas kebersihan dipastikan melakukan tanggung jawabnya menyapu agar sampah terangkut dengan baik. Sementara itu, setiap hari ada 30 unit armada penangkut sampah yang dioperasikan keliling Kota Kediri.

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Masyarakat, kata dia, juga bisa memilah antara sampah plastik dan sampah yang bisa didaur ulang menjadi pupuk. Aktivitas masyarakat memilah sampah bisa berkontribusi mengurangi volume sampah di Kota Kediri.

Rekomendasi