Orang Tua Meninggal karena Covid, Begini Nasib Pendidikan Anak Yatim Piatu di Bantul

Sembilan anak di Kabupaten Bantul menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu karena orang tuanya meninggal terpapar Covid-19. Begini nasib pendidikan mereka.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Orang Tua Meninggal karena Covid, Begini Nasib Pendidikan Anak Yatim Piatu di Bantul
Ilustrasi Anak Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Mardiono menegaskan, pemerintah bakal menjamin pendidikan anak-anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19.

Anak-anak yatim piatu ini bakal mendapatkan pendidikan gratis dari pemerintah hingga jenjang sekolah menengah atau sederajat.

"Jadi yang pertama adik-adik ini kita jamin untuk bersekolah sampai dengan nanti jenjang pendidikan SMA," terang Mardiono usai meninjau anak yatim piatu akibat Covid-19 di Dusun Paker, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (8/1/2022).

Perhatian Khusus

 
 
 
View this post on Instagram
     

A post shared by Pemkab Bantul (@pemkabbantul)

Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan anak-anak yatim piatu akibat Covid-19 akan ditanggung pemerintah melalui Watimpres Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Tidak hanya itu, pihak keluarga atau saudara yang merawat anak-anak yatim piatu itu juga akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

"Kita pantau kesehatan mereka dan pertumbuhan mereka. Kepada keluarga yang saat ini mengasuh atau saudaranya, kita akan memberikan perhatian khusus agar adik-adik ini mendapatkan kehidupan yang layak," ujar Mardiono, dikutip dari Antara.

Baca Juga DPRD Batu Godok Perda LP2B, Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Demi Ketahanan Daerah

30 Ribu Lebih Anak Yatim Piatu

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun menyebabkan korban meninggal dunia di Indonesia sebanyak 114.116 per 6 Januari 2022.

Sementara itu, data Kementerian Sosial hingga akhir September 2021 menunjukkan terdapat 30.766 anak menjadi yatim, piatu dan yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Dari 30 ribu lebih anak yatim, piatu, dan yatim piatu korban Covid-19, sembilan di antaranya berada di Kabupaten Bantul.

Anggota Watimpres menemui sembilan anak tersebut untuk memberikan santunan biaya kebutuhan dan sekolah supaya mereka dapat menamatkan SMA.

"Sembilan orang di Bantul adalah generasi penerus bangsa, kelak nanti akan menjadi bagian dari kelangsungan bangsa ke depan termasuk di Bantul, siapa tahu adik-adik ini menjadi putra-putri terbaik bangsa yang akan membawa bangsa menjadi lebih baik lagi," lanjutnya.

Baca Juga Ratusan Ribu Jamaah Selawat Nariyah Padati Haul Masyayikh Situbondo, Doakan Bangsa Lebih Baik

Bantu Sesama

Anggota Watimpres itu mengajak masyarakat terus meningkatkan gotong-royong dan membantu sesame.

Dukungan pemerintah dan masyarakat sekitar, kata dia, penting bagi penguatan mental dan semangat hidup anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya sejak usia dini.

"Anak-anak memiliki hak yang sama untuk hidup dan bahagia, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk bersinergi dan saling mendukung untuk memastikan mereka tumbuh menjadi generasi unggul di masa depan," pungkasnya.

Baca Juga Progres Sensus Ekonomi Tulungagung Capai 45 Persen, BPS Targetkan 506 Ribu KK
Halaman Berikutnya Usai Video Polisi Merokok Viral, Pelat Nomor Vespa Istri Diselidiki Polresta Tuban
Rekomendasi