Dipersulit saat Bikin KTP, Tretan Muslim Tulis Kritikan di Media Sosial

Terlalu kesal dengan birokrasi yang berbelit dan lambat, Tretan akhirnya meluapkan kekesalannya di sosial media. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Tretan mengkritik bagaimana kinerja pemerintah yang menurutnya tak memuaskan.

Vinna Wardhani
Oleh Vinna Wardhani - Reporter
Dipersulit saat Bikin KTP, Tretan Muslim Tulis Kritikan di Media Sosial
Tretan Muslim. ©2021 KapanLagi Youniverse

Setiap warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun wajib memiliki Kartu Tanpa Penduduk (KTP). Seiring berjalannya waktu, kartu identitas ini kini dibuat dalam format E-KTP. Perubahan format ini diharap dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan pengurusan surat-surat.

Namun bukan kemudahan yang didapat, komika Tretan Muslim baru-baru ini justru dibuat kesal lantaran pengurusan KTP-nya dipersulit. Tak sejalan dengan wacana yang digaungkan, kemudahan mengurus KTP bagi Tretan hanya bualan belaka.

Terlalu kesal dengan birokrasi yang berbelit dan lambat, Tretan akhirnya meluapkan kekesalannya di sosial media. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Tretan mengkritik bagaimana kinerja pemerintah yang menurutnya tak memuaskan.

Unggahan Tretan ini kemudian mendapat banyak respons dari netizen. Tak hanya Tretan, banyak orang juga mengeluhkan pengurusan KTP yang terkesan tak profesional ini.

Unggah Ulang Cuitan Twitter di Instagram

Lekat dengan ciri khas komedi sarkas, Tretan menyindir pemerintah dengan bertanya soal kualifikasi lambat sebagai syarat 'PNS'. Ia juga tak segan-segan menyebut website pengurusan KTP seperti sampah. Sekelas birokrasi pemerintah, menurutnya, pengurusan KTP yang ribet dan tidak responsif ini sangat mengecewakan.

"Syarat jadi PNS (Pegawai Negeri Slovakia) itu orgnya harus ribet dan lambat ya? Mungkin dukcapil Irlandia ini komputernya speknya sampah mangkanya semuanya lambat, buktinya gamenya masih Zuma," tulisnya di keterangan unggahan.

Sarankan Calo Jadi PNS

Setelah menumpahkan amarahnya, Tretan sempat mendapatkan saran untuk menggunakan jasa calo. Bukan langsung menggunakannya, Tretan kembali menyindir dan menyebut calo  lebih layak jadi PNS jika pengurusan KTP lebih cepat di tangan calo.

"Kalau ngurus apa-apa lebih cepet calo, mending calo aja diangkat jadi PNS, kalau PNS nya sendiri cquaaaaaaaaaakzzzzzzzzzzzz," tulisnya.

Tak hanya tretan, seorang pengguna Instagram bernama alimensan juga menceritakan pengalaman serupa saat dirinya mengurus KTP. Menimpali unggahan Tretan, alimensan juga ikut menyindir soal pitching website.

"Thank youuu tretan for speaking up!!!!! (((WEBSITENYA SAMPAH))). Padahal website pemerintah loh. Waktu pitching pilihnya mungkin yg paling murah, penggelontoran dana ya begitulah. Rata2 website pemerintah begitu gak sih? Kalo sepengalaman gua sih iya," timpal akun alimensan.

Akhirnya Drama KTP Selesai

Setelah melalui drama kekesalan yang panjang, Tertan akhirnya dapat memegang KTP miliknya. Masih dengan nada satir, Tretan menambahkan keterangan jika ia sangat suka mengurus KTP di Indonesia yang masih membutuhkan banyak foto copy.

"Saya suka ngurus KTP di Indonesia karena masih menggunakan banyak foto copy, dimana ini bentuk kepedulian terhadap pengrajin kertas dan juga masih menghormati kebudayaan leluhur. Kalo terlalu elektronik dan online itu terlalu kebarat-baratan," tuturnya.

Menutup keterangan unggahannya, Tretan memuji proses pengurusan KTP yang 'cepat dan tidak ribet' seperti yang dialaminya. Ia juga memberi pembelaan jika pengurusan yang tepat tidak terpengaruh dari akun Instagramnya yang centang biru.

"Alhamdulillah prosesnya cepat dan tidak ribet, jadi kalo ada yg blg birokrasi di Indonesia ribet itu adalah fitnah. Proses KTP saya cepat ini krn memang disini serba mudah, bukan krn akun saya verified. Terimakasih," tutup Tretan.

Rekomendasi