Dua Orang Bunuh Diri di Lamongan Bikin Geger, Tulis Surat Mengharukan Ini Buat Istri

Dua orang bunuh diri di lokasi berbeda menggegerkan warga Lamongan pada Senin, (31/5/2021). Salah satu korban diduga bunuh diri lantaran tidak sanggup menanggung utang. Ia pun menulis surat mengharukan untuk sang istri.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Dua Orang Bunuh Diri di Lamongan Bikin Geger, Tulis Surat Mengharukan Ini Buat Istri
Ilustrasi Bunuh Diri. ©2014 Merdeka.com

Dua orang bunuh diri di lokasi berbeda menggegerkan warga Lamongan pada Senin, (31/5/2021). Seorang korban ditemukan bunuh diri di gudang sawah. Sementara seorang korban lain ditemukan tak bernyawa di belakang rumah tempat ia bekerja.

Kasus pertama, korbannya Mariyanto (41), warga Desa Sidobangun, Kecamatan Kedungpring ditemukan meninggal tergantung di pojok belakang rumah tetangganya.

Tulis Surat buat Istri

Korban Mariyanto nekat mengakhiri hidupnya dengan tragis. Penyebanya diduga karena tidak sanggup menanggung utang yang membelitnya, seperti melansir dari akun Instagram @pojoklamongan (1/6/2021).

Sebelum melakukan aksi bunuh diri, ia sempat menulis surat untuk sang istri yang isinya demikian:

Istriku kupenuhi janjiku seperti apa yang kau inginkan. Utange sauri yo dik, iku tok jalukanku (Utangnya bayar ya dik, hanya itu saja permintaanku).

Surat tulisan tangan korban itu dimasukkan ke dalam amplop bersamaan dengan uang senilai Rp455 ribu.

Sang istri, Mudrikah spontan berteriak minta tolong saat mendapati suami yang selama ini mendampinginya meninggal dalam keadaan tergantung.

Kasus Bunuh Diri Kedua

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh POJOK LAMONGAN (@pojoklamongan)

Kasus bunuh diri kedua korbannya bernama Kamin (50), warga Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamonga. Korban ditemukan menggantung dengan sarung dan ban karet diesel di gudang sawah milik H Kuwan di desa setempat.

"Saksi atas nama Muklis sewaktu mau masuk gudang mengambil sepet (alat semprot hama) melihat kaki orang tergantung di balok kuda-kuda dalam gudang," ujar Kasubag Humas Polres Lamongan, Iptu Estu Kwindardi, Senin (31/5/21).

Melihat kaki menggantung itu, saksi Muklis tidak jadi masuk ke Gudang. Ia berteriak memanggil temannya untuk bersama-sama melihat korban.

Kedua saksi, lanjut Estu, melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat. Selanjutnya, perangkat desa melaporkan kejadian itu ke Polsek Tikung.

"Jarak kaki korban dengan tanah lebih kurang 60 cm. Terdapat bekas jeratan pada leher atas korban dan pada tubuh korban tidak ditemukan luka tanda-tanda kekerasan ataupun luka," tandas Estu.

Rekomendasi