Disukai Para Presiden, Begini Kisah Lengkap Perjalanan Bisnis Sambal Bu Rudy

Perempuan berusia 67 tahun itu masih cekatan mengolah produk sambal andalannya. Ketenaran Sambal Bu Rudy sudah tak diragukan lagi. Bahkan beberapa presiden Indonesia juga menjadi konsumennya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Disukai Para Presiden, Begini Kisah Lengkap Perjalanan Bisnis Sambal Bu Rudy
Sambal Bu Rudy Surabaya. ©2020 Merdeka.com/depotburudy.com

Nama Lanny Siswandi atau yang akrab disapa sebagai Bu Rudy sudah tidak asing lagi, terutama di kalangan masyarakat Surabaya. Rasa-rasanya sebagian besar warga Kota Pahlawan sudah akrab dengan Sambal Bu Rudy.

Dikutip dari Instagram @sekolahbisnis (9/8/2020), perempuan berusia 67 tahun itu masih cekatan mengolah produk sambal andalannya. Ketenaran Sambal Bu Rudy sudah tak diragukan lagi. Bahkan beberapa presiden Indonesia juga menjadi konsumennya dan mengatakan menyukai sambal buatan Bu Rudy.

Dulu Pengusaha Sepatu

Perempuan kelahiran 10 Oktober 1953 itu mengisahkan perjalanan bisnisnya hingga menjadi sebesar sekarang. Siapa sangka kalau ternyata bisnis sambalnya dimulai dari ketidaksengajaan.

“Yang pasti tidak terencana. Awalnya saya pengusaha sepatu di Pasar Turi. Mulai 1983-2007 saya tekuni toko sepatu,” terang Bu Rudy.

Titik balik kehidupannya dimulai ketika suaminya, Rudy Siswandi pulang dari memancing dengan membawa ikan dan udang. Lanny kemudian memasak hasil memancing sang suami lengkap dengan sambal. Keduanya mengajak sejumlah rekan makan bersama di rumahnya. Tak disangka, ternyata respons teman-teman terhadap masakan Lanny bagus.

Dicicipi Para Presiden

Meski usianya sudah tak lagi muda, Lanny masih cekatan mengolah sambal andalannya di Depot Sambal Bu Rudy di Jalan Dharmahusada, Kota Surabaya, Jawa Timur. Produk sambalnya disukai berbagai kalangan.

Bahkan beberapa presiden Republik Indonesia pernah menjadi konsumen Sambal Bu Rudy. Mulai dari Presiden Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Jokowi. Kini, konsumen Sambal Bu Rudy tidak hanya berasal dari dalam negeri. Tetapi sudah merambah hingga ke Hong Kong, China.

Punya 6 Cabang

Kini, Sambal Bu Rudy sudah memiliki enam cabang di Kota Surabaya. Setiap hari, Bu Rudy bisa menghabiskan 100-200 kilogram cabai dan 500 kilogram udang untuk membuat sambal. Karyawannya pun sudah puluhan orang.

Setiap harinya, jumlah sambal yang diproduksi mencapai 1.500-2.000 botol. Sedangkan penjualannya mencapai ribuan botol per hari. Harga sambal per botolnya berkisar antara Rp26 ribu hingga Rp30 ribu.

Tak Hanya Jual Sambal

Depot Sambal Bu Rudy tidak hanya menjajakan sambal, tetapi juga aneka makanan dan camilan. Meski demikian, Bu Rudy enggan membeberkan omzet yang diraupnya.

Ia mengaku tak mau memikirkan omzet. Menurut dia, yang penting hasil usahanya bisa mencukupi ekonomi keluarga dan bisa digunakan untuk biaya membesarkan anak-anaknya. Jika ingin memulai usaha, lanjutnya, maka harus tekun.

“Kuncinya tekun. Saya turun sendiri ikut memasak. Saya di Depot dari jam 6 pagi, karyawan baru datang jam 7. Sampai sore saya bantu masak,” katanya.

Rekomendasi