Nama Dumbleg barangkali tidak cukup populer, termasuk bagi masyarakat di Jawa Timur. Dumbleg merupakan salah satu jajanan khas Nganjuk yang memiliki cita rasa legit. Sekilas, tekstur dan warna jajanan ini mirip dengan dodol.
Dihimpun dari berbagai sumber, Dumbleg memiliki bentuk serupa dengan lontong. Bahan baku utamanya yakni tepung ketan atau tepung beras. Sebagaimana dodol, jajanan ini juga cocok disajikan saat lebaran tiba.
Advertisement
Penampilannya Unik
Dalam pembuatannya, tepung ketan atau tepung beras dicampur dengan gula jawa dan santan. Setelah masak, Dumbleg kemudian dibungkus mirip lontong. Namun, pembungkusnya bukan daun pisang melainkan pelepah pinang.
Tidak sembarangan, pelepah pinang yang digunakan sebagai pembungkus jajajan ini adalah jenis Pinang Jawa. Rupanya pemilihan daun pinang sebagai pembungkus Dumbleg bukan tanpa alasan. Daun pinang bisa memberikan efek bagi Dumbleg dengan rasa yang khas dan gurih.
Advertisement
Kue Lebaran
Dihimpun dari berbagai sumber, di kota asalnya, Dumbleg biasanya disajikan sebagai makanan khas Lebaran. Namun, dari tahun ke tahun penjual kue Dumbleg semakin berkurang jumlahnya. Hanya tersisa sedikit penjual di beberapa pasar tradisional. Selain itu, Dumbleg dapat dijumpai di toko oleh-oleh khas Nganjuk.
Dari segi rasa, kue yang satu ini tidak berubah dari dulu hingga kini. Rasa manis berpadu dengan gurih santan dan aroma khas dari pelepah pinang menjadi cita rasa yang tidak terlupakan. Semua bahan dalam pembuatan jajanan ini terdiri dari bahan alami alias tanpa pengawet buatan.
Advertisement
Dumbleg Masa Kini
Seiring perkembangan zaman dan perubahan selera kuliner masyarakat, beberapa produsen Dumbleg menangkap peluang dengan menciptakan variasi-variasi baru pada jajanan tradisional tersebut. Misalnya, dibedi parutan kelapa atau ditaburi keju.
Parutan kelapa membuat tampilan Dumbleg tampak berbeda, tetapi cita rasa klasiknya tetap bertahan. Sedangkan, taburan keju menciptakan kesan Dumbleg menjadi lebih modern. Variasi-variasi inilah yang kemudian memikat selera pasar untuk menjadikan Dumbleg sebagai oleh-oleh khas Nganjuk yang perlu dibawa pulang.
Advertisement
Harga Dumbleg
Dikutip dari berbagai sumber, harga Dumbleg berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000. Harga ini tergantung pada ukuran Dumbleg. Namun, secara umum jajanan khas Nganjuk ini ramah di kantong.
Jajanan ini cocok disandingkan dengan minuman hangat, seperti teh atau kopi. Seperti halnya dodol, Dumbleg juga tergolong awet sebab tekstur kuenya cenderung kering.
Pada hari-hari biasa Dumbleg cukup susah dijumpai. Namun mendekati Lebaran, jajanan ini tersedia di banyak pusat oleh-oleh di Nganjuk.
Advertisement
Dua Jenis Dumbleg
Ada dua jenis Dumbleg yang biasa dijual di Nganjuk, yakni Dumbleg merah dan Dumbleg utih. Dumbleg merah menggunakan gula jawa dalam pembuatannya. Sementara Dumbleg putih menggunakan gula pasir. Dari segi rasa, Dumbleg merah lebih manis, sementara Dumbleg putih lebih gurih.
Dalam proses membungkusnya, dibutuhkan pelepah pinang yang panjangnya kira-kira 20 cm kali 20 cm. Pelepah pinang itu kemudian dilipat menjadi dua bagian sehingga bagian samping dengan samping bertemu, ujung dengan ujung juga bertemu dan menjadi bentuk lonjong.
Bagian samping dan ujung bawah pelepah pinang tersebut dijahit dengan tali raffia. Sehingga menyisakan bagian ujung atas yang digunakan untuk memasukkan adonan Dumbleg.