5 Penyebab Pusing saat Puasa, Kenali Sejak Dini dan Jangan Anggap Sepele

Pusing biasanya memang menjadi salah satu masalah yang cukup umum terjadi di Bulan Puasa. Kepala pusing saat puasa dapat menjadi tanda bahwa ada yang tidak benar dalam tubuh Anda.

Rakha Fahreza Widyananda
5 Penyebab Pusing saat Puasa, Kenali Sejak Dini dan Jangan Anggap Sepele
Ilustrasi pusing. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/9nong

Biasanya penyebab pusing saat puasa seringkali dikaitkan dengan rasa lapar yang sedang dirasakan. Padahal, faktanya ternyata kelaparan bukanlah penyebab pusing tersebut. Asalkan dapat memilih makanan sahur dan berbuka yang tepat, serta menjalankan pola hidup sehat makan puasa akan lancar.

Pusing biasanya memang menjadi salah satu masalah yang cukup umum terjadi di Bulan Puasa. Kepala pusing saat puasa dapat menjadi tanda bahwa ada yang tidak benar dalam tubuh Anda. Diagnosa pertama adalah bisa jadi tubuh sedang dalam kondisi kekurangan cairan, kekurangan darah, kekurangan energi, atau masalah kesehatan lainnya

Selain itu, penyebab pusing yang sering dialami saat puasa dipengaruhi oleh faktor perubahan yang terjadi dari kebiasaan sehari-hari. Berpuasa membuat kebiasaan makan dan minum menjadi berubah, serta waktu istirahat pun juga berubah.

Hal ini jika tidak diimbangi dengan penerapan pola hidup sehat tentu dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti pusing atau sakit kepala. Untuk mengetahui secara lebih rinci, berikut kami rangkum 5 penyebab pusing yang sering dialami saat puasa.

1. Dehidrasi

Penyebab pusing yang sering dialami saat puasa yang pertama adalah dehidrasi. Hal ini biasanya berkaitan dengan tubuh yang harus menahan rasa haus dari imsak pada pagi hari hingga imsak pada sore harinya.

Jika Anda mengalami kondisi di mana merasa sangat haus dan tubuh tidak banyak mempunyai cadangan air, maka risiko mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi semakin besar. Terlebih jika cuaca sedang panas dan banyak melakukan aktivitas, pastinya Anda akan mengeluarkan banyak keringat.

Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat menyebabkan volume otak menyusut dan tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Akibatnya, selaput otak mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh bagian otak.

Gejala dehidrasi selain pusing dan sakit kepala yaitu lemas, otot kram, sulit berkonsentrasi, urine berwarna pekat atau gelap, serta kulit sangat kering sampai bersisik atau mengelupas.

Oleh sebab itu, memenuhi kebutuhan cairan harian tubuh akan sangat penting dilakukan selama berpuasa.

Minum setidaknya 8 gelas dalam rentang waktu berbuka dan sahur akan sangat penting dilakukan saat puasa.

2. Turunnya Kadar Gula Darah

Penyebab pusing yang sering dialami saat puasa yang selanjutnya adalah menurunnya kadar gula dalam darah. Pemilihan makanan yang tepat saat sahur dan berbuka memang memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung kelancaran ibadah puasa.

Saat menahan lapar di siang hari Bulan Ramadan, tubuh bisa saja kekurangan glukosa sebagai energi jika makanan saat berbuka dan sahur tidak bernutrisi atau Anda makan terlalu sedikit.

Padahal perlu diketahui bahwa glukosa merupakan sumber energi utama yang digunakan tubuh untuk melakukan fungsi-fungsi normalnya. Kekurangan glukosa dalam tubuh akan dapat mengakibatkan otak kekurangan energi untuk melakukan fungsinya. Akibatnya, tubuh akan merasakan gejala lemas dan pusing.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang dapat mempertahankan energi lebih lama, seperti makanan yang mengandung serat tinggi, saat buka puasa dan sahur yaitu contohnya adalah jenis makanan yang memiliki sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum, sayuran, hingga buah-buahan.

Selain itu, hindari konsumsi makanan dengan sumber karbohidrat sederhana seperti kue manis, minuman manis, biskuit ataupun yang lainnya.

Jenis makanan tersebut akan bisa membuat gula darah naik dengan cepat, namun juga lebih cepat turun, sehingga dapat menjadi penyebab pusing saat puasa.

3. Kurangnya Waktu Tidur

Penyebab pusing yang sering dialami saat puasa selanjutnya adalah kurangnya waktu tidur. Perubahan pola tidur pada Bulan Ramadan menjadi salah satu faktor penyebab pusing saat puasa.

Hal tersebut dapat terjadi karena Anda harus bangun lebih pagi untuk melaksanakan makan sahur. Dengan begitu, mungkin jadi kurang tidur atau mengalami perubahan jam biologis tubuh.

Sebuah penelitian pernah membuktikan apabila kurang tidur akan dapat meningkatkan produksi protein jenis tertentu pada otak. Protein ini memicu reaksi saraf yang menjadi penyebab pusing saat puasa.

Tentunya efek yang dapat dirasakan yaitu akan lebih mudah merasa kelelahan saat puasa, terlebih saat kekurangan minum dan kurang banyak mengonsumsi makanan saat buka puasa dan sahur.

Kelelahan dapat disebabkan karena kamu terlalu banyak beraktivitas saat puasa atau mungkin juga karena Anda kurang tidur.

4. Turunnya Tekanan Darah

Selain mengalami kenaikan, penyebab pusing yang sering dialami saat puasa yaitu adanya penurunan tekanan darah. Saat tekanan darah turun, badan akan menjadi limbung atau tidak seimbang. Puasa memang umumnya bisa menurunkan tekanan darah.

Saat tekanan darah rendah, Anda bisa merasa pusing karena jantung tidak cukup memompa darah ke otak. Tekanan darah yang turun tiba-tiba dapat membuat jantung tidak mampu mengantarkan darah ke otak dalam jumlah cukup.

Hal tersebut bisa terjadi saat Anda berdiri dari duduk dengan sangat cepat. Solusi terbaiknya adalah jika Anda memilih makanan sebaiknya pilih makanan sehat yang kaya akan nutrisi saat buka puasa maupun sahur agar tekanan darah bisa stabil.

5. Kecanduan Kafein

Penyebab pusing yang sering dialami saat puasa yang terakhir adalah kecanduan kafein. Kecanduan kafein sebelum Bulan Ramadan juga dapat menjadi salah satu penyebab pusing saat puasa.

Jika Anda tak bisa melewatkan sehari saja tanpa kopi sebelum bulan puasa, sakit kepala saat puasa mungkin disebabkan oleh gejala tiba-tiba Anda tidak mengonsumsi kafein

Selain itu, jika tubuh saat puasa tidak minum kopi sebanyak pada hari-hari sebelumnya, atau bahkan berhenti, biasanya seseorang akan mengalami gejala yang disebut gejala putus kafein.

Gejalanya antara lain sakit kepala, lemas, mual, cemas, gelisah, sulit berkonsentrasi. Gejala putus kafein bisa bertahan mulai dari seharian penuh hingga dua bulan. Tergantung pada seberapa sering tubuh mengonsumsi minuman berkafein sebelumnya.  

Rekomendasi