Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Potret Kota Paling Maju di Lamongan Sejak Ratusan Tahun Silam, Banyak Bangunan Megah Kini Terbengkalai

Potret Kota Paling Maju di Lamongan Sejak Ratusan Tahun Silam, Banyak Bangunan Megah Kini Terbengkalai

Potret Kota Paling Maju di Lamongan Sejak Ratusan Tahun Silam, Banyak Bangunan Megah Kini Terbengkalai

Kota Babat punya peranan penting dalam perkembangan sejarah Kabupaten Lamongan.

Pada masa kolonial, Babat mengalami perkembangan yang sangat cepat dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain di Kabupaten Lamongan. Pasalnya, daerah ini terletak di kawasan strategis, yakni berada pada persimpangan jalan antara Surabaya, Bojonegoro, Jakarta, dan Jombang. Mengutip situs FIB Unair, Babat sebagai pusat aktivitas perdagangan dan transportasi yang ramai. Kota ini menjadi pilihan utama orang-orang Eropa untuk bertempat tinggal dan melakukan kegiatan perdagangan. Pertumbuhan kota pun tumbuh signifikan.

Pembangunan

Seiring berjalannya waktu dan adanya fasilitas di kota ini, jumlah penduduk Eropa yang bermukim di Babat semakin meningkat. Hal ini mendorong pembangunan berbagai bangunan baru dengan arsitektur kolonial, seperti rumah tinggal, toko, dan bangunan untuk kepentingan umum penduduk Eropa pada masa itu.

Kota Tua

Babat, sebagai salah satu kota tertua di Lamongan, masih menyimpan banyak peninggalan berupa bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur kolonial. Beberapa bangunan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, namun sebagian bangunan belum mendapat tindakan tegas pemerintah untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal ini menyebabkan bangunan-bangunan bersejarah itu terbengkalai dan terlupakan peran masyhurnya di masa lalu.

Potret Kota Paling Maju di Lamongan Sejak Ratusan Tahun Silam, Banyak Bangunan Megah Kini Terbengkalai

Salah satu bangunan bersejarah yang belum ditetapkan statusnya sebagai cagar budaya adalah Gedung CTN di Jalan Raya Babat - Bojonegoro. Kini gedung ini terkesan kumuh dan terbengkalai.

Potret Kota Paling Maju di Lamongan Sejak Ratusan Tahun Silam, Banyak Bangunan Megah Kini Terbengkalai

Adapun bangunan yang sudah termasuk kategori cagar budaya di Kota Babat yakni Stasiun Kereta Api, Rumah Panggung, Kantor Polsek Babat, Gedung CTN, Gedung Garuda, Gudang Sembako, dan beberapa bangunan rumah pribadi.

Rumah Panggung

Mengutip unggahan Facebook Lamongan Terkini Official, ada tujuh rumah panggung di mana keberadaannya tak bisa dipisahkan dari Stasiun Babat. Sebagian rumah panggung itu terawat, namun sebagian lainnya terbengkalai. Salah satu rumah panggung dengan kondisi sangat baik dan terawat digunakan sebagai rumah dinas Kepala Stasiun Babat. Rumah panggung yang diperkirakan dibangun pada tahun 1918 ini nyaris semua bagiannya merupakan kayu jati. Mulai lantai, dinding, pintu, jendela serta tiang.

Kota tua Babat

Stasiun Babat

Stasiun Babat

Stasiun Babat memiliki bangunan yang lebih besar dibanding stasiun yang berada di tengah Kabupaten Lamongan. Stasiun ini diresmikan bersamaan dengan peresmian kereta api lintas Babat–Lamongan pada 15 Agustus 1900.

Gedung Garuda

Menurut cerita warga sekitar, Gedung Garuda awalnya difungsikan sebagai gedung pertemuan/kesenian budaya nasional, seperti ludruk, ketoprak, dan wayang. Pada tahun 1970-an, gedung ini jadi bioskop pertama di Kota Babat.

Mengutip YouTube 
YULIUS KURNIAWAN KRISTIANTO, saat ini Gedung Garuda difungsikan sebagai arena olahraga bulu tangkis.

Potret Terkini Gedung CTN Lamongan, Dulu Bangunan Megah Kini Terkesan Kumuh dan Terbengkalai

Potret Terkini Gedung CTN Lamongan, Dulu Bangunan Megah Kini Terkesan Kumuh dan Terbengkalai

Gedung ini saksi bisu pendudukan Belanda di Babat, Lamongan

Baca Selengkapnya
Potret Wilayah Penting Kerajaan Majapahit Sejak Pemerintahan Raja Pertama, Warga Hidup Makmur

Potret Wilayah Penting Kerajaan Majapahit Sejak Pemerintahan Raja Pertama, Warga Hidup Makmur

Sejak puluhan abad silam, daerah ini sudah jadi wilayah penting bagi kehidupan masyarakat.

Baca Selengkapnya
Berawal dari Keinginan Masyarakat Setempat, Ini Sejarah Kabupaten Batu Bara di Sumatra Utara

Berawal dari Keinginan Masyarakat Setempat, Ini Sejarah Kabupaten Batu Bara di Sumatra Utara

Salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatra Utara ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Seperti Masuk ke Zaman Dulu, Begini Potret Kampung Majapahit yang Resik dan Asri

Seperti Masuk ke Zaman Dulu, Begini Potret Kampung Majapahit yang Resik dan Asri

Masih ada sebuah desa yang dijuluki sebagai 'Kampung Majapahit' lantaran memiliki corak bangunan yang begitu khas.

Baca Selengkapnya
Sejarah Kabupaten Kuningan, Salah Satu Daerah Tertua di Jawa Barat yang Sudah Ditinggali sejak 3500 SM

Sejarah Kabupaten Kuningan, Salah Satu Daerah Tertua di Jawa Barat yang Sudah Ditinggali sejak 3500 SM

Dulunya Kuningan merupakan wilayah permukiman dan kerajaan.

Baca Selengkapnya
Potret Masjid Kebanggaan Banjarmasin, Perpaduan Gaya Timur Tengah dan Kalimantan Berdiri di Tanah Bekas Asrama Tentara Kolonial

Potret Masjid Kebanggaan Banjarmasin, Perpaduan Gaya Timur Tengah dan Kalimantan Berdiri di Tanah Bekas Asrama Tentara Kolonial

Masjid yang ada di tengah kota ini punya ciri khas unik.

Baca Selengkapnya
Menengok Sejarah Masjid Agung Palembang, Warisan Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Abad 18

Menengok Sejarah Masjid Agung Palembang, Warisan Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Abad 18

Kota Palembang memiliki ragam bangunan kuno yang sampai sekarang masih bisa dijumpai.

Baca Selengkapnya
Pernah Melawan Penjajah Belanda Sampai 50 Tahun, Begini Sejarah Suku Basemah di Sumatera Selatan

Pernah Melawan Penjajah Belanda Sampai 50 Tahun, Begini Sejarah Suku Basemah di Sumatera Selatan

Suku asli dari kota Pagaralam, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Muara Enim ini melakukan perlawanan terlama dalam sejarah.

Baca Selengkapnya
Potret Tanah Abang Sebelum Tahun 1863,  Penuh Pohon Rindang, Adem & Sejuk Beda Banget Sama Sekarang

Potret Tanah Abang Sebelum Tahun 1863, Penuh Pohon Rindang, Adem & Sejuk Beda Banget Sama Sekarang

Penuh pohon rindang dan jalanan sepi, begini potret lawas suasana di Tanah Abang sebelum tahun 1863.

Baca Selengkapnya