Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Konflik Suriah yang Perlu Diketahui, Kronologi hingga Dampaknya

Penyebab Konflik Suriah yang Perlu Diketahui, Kronologi hingga Dampaknya Serangan udara Israel ke Damaskus Suriah. ©2023 AFP/LOUAI BESHARA

Merdeka.com - Telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, konflik Suriah sejak 2011 tak kunjung temui titik terang. Konflik tersebut menelan banyak korban, sehingga mengakibatkan banyak orang kehilangan anggota keluarga, hancurnya tempat tinggal, dan ribuan pengungsi.

Penyebab konflik Suriah dipicu oleh ketegangan yang tak hanya berasal dari faktor internal. Oleh karena itu, pahami apa saja penyebab konflik Suriah, siapa saja yang terlibat, dan dampak dari konflik tersebut. Berikut ulasannya yang telah dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber.

Fenomena Arab Spring

buruh

©2015 Merdeka.com

Arab spring merupakan istilah barat untuk menyebut kondisi negara-negara arab yang memulai transisi dari sistem monarki menuju demokrasi. Sejak tahun 1990-an, penduduk negara-negara Arab dan Timur Tengah mulai menuntut kehidupan bernegara yang demokratis.

Hal tersebut berlandaskan pada keinginan restrukturisasi pemerintahan dan terpenuhinya hak asasi manusia, secara bersamaan proses tersebut berlangsung dengan perlawanan terhadap rezim otoriter yang terjadi pertama kali di Tunisia.

Penyebab konflik Suriah kemungkinan terinspirasi oleh pergolakan di Tunisia yang menyebabkan Presiden Zainal Abidin bin Ali turun pada 14 Januari 2011, dan pergolakan Mesir yang mengakibatkan jatuhnya Presiden Hosni Mubarok pada 1 Februari 2011.

Ketidakpuasan Rakyat pada Pemerintah

Tuntutan rakyat sipil kepada Presiden Bashar al Assad yang menjadi penerus pemerintahan Assad bukan tanpa alasan.

Selama lebih dari 5 dekade sejak tahun 1971, adanya tindakan otoriter yang kerap tak menghargai kebebasan rakyat Suriah, kesenjangan sosial, korupsi, tingkat pengangguran yang tinggi, hingga dominasi Partai Ba’ath yang menguasai pemerintahan menghasilkan timbulnya ketidakpuasan rakyat.

Berbagai alasan tersebut membuat massa menuntut Presiden Bashar al Assad untuk turun dari jabatannya, sayangnya suara rakyat tidak didengar dan justru dibungkam dengan tindak kekerasan.

Awal Mula Timbulnya Konflik

Penyebab konflik Suriah dimulai pada Maret 2011. Saat itu 15 pelajar berusia 9-15 tahun menulis ujaran anti-pemerintah yang berbunyi “Rakyat Menginginkan Rezim Turun” di berbagai tembok kota.

Menindaklanjuti gerakan tersebut, Polisi Suriah dipimpin oleh Atef Najib yang merupakan sepupu dari Presiden Bashir al Assad menangkap dan memenjarakan para pelajar tersebut selama satu bulan.

Pada saat penahanan, para pelajar mengaku mengalami penyiksaan. Mendengar pengakuan tersebut mengakibatkan lahirnya gelombang protes di Kota Daraa yang mengecam penyiksaan pada 15 pelajar tersebut.

Alih-alih mendengarkan suara rakyat, pihak pemerintah menanggapi demonstran dengan reaksi negatif, yakni dengan mengerahkan Tentara Nasional Suriah untuk memadamkan pemberontakan. Alhasil terjadi penahanan dan penembakan beberapa pemrotes hingga mengakibatkan adanya korban jiwa.

Aksi yang dilakukan oleh pihak pemerintah tersebut semakin membuat massa meledak. Protes yang bermula di Kota Daraa kian meluas menuju kota-kota pinggiran Latakia dan Banyas di Pantai Mediterania atau Laut Tengah, Homs, Ar Rasta, dan Hama di Suriah Barat, serta Deir ez Zor di Suriah Timur.

Pertikaian Masalah Agama

di austria

©AFP PHOTO/APA/BARBARA GINDL

Munculnya penyebab konflik Suriah tentunya tidak hanya dilandasi oleh sebab tunggal, melainkan diliputi banyak faktor dan kepentingan yang kompleks. Isu agama selalu menjadi salah satu faktor yang tak luput dalam suatu konflik.

Penyebab konflik Suriah dipercaya berasal karena pertikaian antara mazhab Sunni dan Mazhab Syiah. Mayoritas penduduk Suriah didominasi oleh Muslim Sunni, sedangkan rezim Assad didominasi golongan Syiah Alawi.

Hubungan kedua aliran mazhab tersebut telah lama memanas di berbagai negara, sehingga munculnya konflik semakin memperumit dengan adanya campur tangan pihak luar sebagai kelompok Jihadis.

Campur Tangan Pihak Luar

Seperti yang telah dijelaskan di atas, penyebab konflik Suriah juga didasari campur tangan pihak luar, salah satunya adalah kelompok Jihadis.

Situasi di Suriah semakin rumit saat Pemerintahan Assad didukung oleh Rusia, Iran yang merupakan negara penganut mazhab Syiah dan gerakan Hizbullah sebagai gerakan berhaluan Syiah yang memiliki markas di Lebanon. Sedangkan pada pihak kelompok penentang pemerintahan Assad mendapat dukungan dari Amerika Serikat juga negara Barat lainnya dan berbagai negara dengan mazhab Sunni yang meliputi Arab Saudi, Kuwait, dan Afghanistan.

Pada peran yang terjadi tahun 2011, pihak-pihak dari kelompok pemberontak lain mulai terlihat. Tak hanya itu, organisasi teroris seperti ISIS dan Al-Qaeda juga kemudian turut andil dalam menambah kekacauan sehingga penyebab konflik Suriah semakin rumit dan parah.

Dampak yang Ditimbulkan

dramatis momen satgas mtf tni evakuasi

Instagram puspentni ©2023 Merdeka.com

Aktivitas perang selalu memiliki dampak negatif yang sangat besar. Berikut beberapa dampak dari timbulnya konflik Suriah: 

Memakan banyak korban jiwa

Bentrokan yang terjadi antara pihak pemerintah dan oposisi mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Baik anak-anak hingga dewasa menjadi korban dalam perang saudara yang tak kunjung mereda. Puluhan bahkan ratusan ribu masyarakat Suriah telah menjadi korban dalam perang tersebut.

Kehilangan tempat tinggal dan tinggal di pengungsian

Perang yang terjadi di Suriah melibatkan banyak senjata hingga berbagai bangunan hancur. Kerusakan yang terjadi sangat parah, berbagai rumah, sarana publik, dan alat transportasi hangus sehingga masyarakat terpaksa membangun tenda-tenda pengungsian bahkan hingga mengungsi ke negara tetangga.

Ekonomi semakin terpuruk

Perekonomian Suriah pada tahun 2023 telah mencapai titik terendah sejak adanya konflik belasan tahun lalu. Saat ini laju inflasi melonjak hingga mata uang yang anjlok disertai dengan kekurangan bahan bakar yang parah, baik pada daerah yang dikelola oleh pemerintah maupun yang dikuasai oleh pemberontak.

Krisis keamanan dan kemanusiaan

Keamanan dalam negara yang menyusut membuat masyarakat Suriah dihantui rasa ketakutan, gencatan senjata hingga suara ledakan yang terdengar hampir setiap saat membuat ketidaknyamanan. Bersamaan dengan itu, muncul pula krisis kemanusiaan sebagai dampak dari terpuruknya ekonomi. Kesejahteraan masyarakat yang dirampas membuat mereka harus egois dan mengesampingkan rasa kemanusiaan demi dapat bertahan hidup.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP