Unik dan Langka, Jendela Rumah di Rembang Ini Berisi Ukiran Ayat Suci Alquran
Merdeka.com - Sebuah bangunan di Lasem, Rembang sebenarnya masih dalam tahap pembangunan. Letaknya persis berada di selatan Masjid Jami’ Lasem. Bangunan yang nantinya akan menjadi Museum Islam Nusantara itu langka dan unik. Walaupun berada di tengah-tengah budaya Jawa, bangunan itu justru berbentuk khas Rumah Gadang Minangkabau.
Namun ternyata, bukan itu saja yang membuat bangunan itu terasa berbeda. Pada daun jendelanya, terdapat ukiran ayat suci Alquran. Untuk sementara, dari 30 juz Alquran, sudah 15 juz yang dijadikan ukiran pada daun jendela di museum itu. Sementara 15 juz lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Untuk mengukir huruf-huruf pada ayat suci Alquran itu butuh keahlian khusus. Selain itu, para pekerjanya harus mengikuti ketentuan-ketentuan tertentu agar kesucian kitab suci itu tetap terjaga. Berikut selengkapnya:
Awal Mula Tercetusnya Ide

©YouTube/Musyafa Musa
Menurut Ketua Takmir Masjid Jami’ Lasem, Abdul Mu’id, dia mencetuskan agar daun jendela di bangunan itu diukir ayat suci Alquran karena kitab suci itu menjadi pedoman hidup umat Islam. Awalnya, dia mencetuskan ide itu karena ketika melihat ayat suci Alquran, hatinya seketika merasa tenang dan dia dapat mengendalikan diri.
“Alquran itu kitab suci kita. Tiap hari kita pegang, kita baca, akhirnya akan muncul ide, karena ketika melihat Alquran dalam hati sudah ada rem,” jelas Abdul Mu’id dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa pada Senin (11/1).
Harus Mengikuti Ketentuan

©YouTube/Musyafa Musa
Abdul Mu’id menjelaskan, selama mengerjakan proyek itu, para pekerja yang bertugas harus mengikuti ketentuan-ketentuan tertentu yang tidak bisa ditemukan pada proyek-proyek lainnya. Untuk mengukir jendela yang berisi teks kitab suci itu, mereka diwajibkan wudhu sebelum memulai pekerjaannya.
Selain itu mereka tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor selama pengerjaan. Hal itu dilakukan demi menjaga kesucian ayat-ayat suci itu.
“Dia buat Alquran, kalau bisa jangan sampai lepas wudhu. Jadi ketika dia garap itu terus kentut, harus wudhu lagi. Emang saya perintahkan kayak gitu biar menjaga kesucian dan berkahnya ada,” terang Abdul Mu’id.
Menerapkan Konsep Rumah Gadang

©YouTube/Musyafa Musa
Selain menambahkan ukiran ayat suci Alquran pada tiap daun jendelanya, bangunan museum itu didesain dengan arsitektur Rumah Gadang khas Minangkabau. Menurut Abdul Mu’id, arsitektur itu dipilih karena sejumlah tokoh Islam di Lasem berasal dari Minangkabau.
Walau begitu, Abdul Mu’id juga tak melupakan tokoh-tokoh Islam Lasem yang asli Jawa. Oleh karena itu, di tengah rumah gadang itu berdirilah rangka kayu bangunan joglo yang menjadi rumah khas Jawa Tengah.
Abdul Mu’id bercerita, dulu pernah ada pengunjung asal Minangkabau yang terheran-heran dengan museum dengan jendela berukiran teks Alquran itu karena di tempat asalnya, belum ada bangunan seperti itu. Oleh karena itulah mereka langsung memberi donasi untuk pengadaan dua juz jendela.
“Di sini ada tiga tokoh yang keturunan Sunan Minangkabau. Karena teringat mereka dibuatlah bangunan ini seperti gaya Minangkabau. Bahkan dulu raja Padang pernah ke sini, malah dia ucapkan terima kasih. Dia kasih bantu dua juz,” ungkap Abdul Mu’id.
Bentuk Syiar Agama Islam

©YouTube/Musyafa Musa
Seorang pemerhati sejarah Lasem, Abdullah Hamid mengatakan di Palembang, memang sudah ada museum Alquran raksasa. Namun pendirian museum serupa di Lasem akan terasa berbeda karena konsep wisatanya dipadukan dengan Kota Pusaka Lasem dan Masjid Jami’ yang menjadi peninggalan penyebaran Islam pada abad ke-15.
Namun lebih dari itu, keberadaan museum ini akan semakin menguatkan syi’ar agama Islam agar membuncah hingga pelosok negeri.
“Keberadaan museum ini akan menambah khasanah Kota Pusaka Lasem, untuk itulah rencana akan direalisasikan tahun ini,” kata Abdullah Hamid dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa pada Senin (11/1).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya