Fungsi Partai Politik dalam Pemerintahan, Mewakili Kepentingan hingga Membuat Aturan

Dengan mengenal setiap fungsinya, Anda bisa menerapkan teori ini dalam kehidupan sehari-hari dan melihat realitas yang ada. Anda juga bisa mengawasi fungsi kerja partai politik agar terwujud sistem pemerintahan yang adil dan bijak.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Fungsi Partai Politik dalam Pemerintahan, Mewakili Kepentingan hingga Membuat Aturan
Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Partai politik merupakan salah satu organisasi yang ada dalam sistem pemerintahan di hampir setiap negara. Termasuk Indonesia yang menganut demokrasi, banyak partai politik didirikan untuk membantu menyalurkan aspirasi masyarakat. Selanjutnya, aspirasi ini menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat aturan kebijakan.

Sebagai organisasi, partai politik akan merekrut kader-kader yang bisa menjadi pelayan masyarakat. Di mana selanjutnya, partai politik akan menunjuk atau mengajukan beberapa kadernya untuk duduk di kursi pemerintahan untuk membantu pengaturan kebijakan. Biasanya, di Indonesia menyelenggarakan pemilu serentak untuk memilih wakil-wakil rakyat.

Selain merekrut, terdapat beberapa fungsi partai politik yang perlu diketahui. Mulai dari mewakili kelompok kepentingan, menyederhanakan pilihan untuk kandidat yang akan dicalonkan, hingga membuat kebijakan. Bukan hanya itu, fungsi partai politik juga melibatkan upaya menggiring opini publik untuk mencapai tujuan dari partai politik tersebut.

Sebagai pengetahuan umum, masyarakat perlu mengetahui berbagai macam fungsi partai politik dalam pemerintahan. Dengan mengenal setiap fungsinya, Anda bisa menerapkan teori ini dalam kehidupan sehari-hari dan melihat realitas yang ada. Anda juga bisa mengawasi fungsi kerja partai politik agar terwujud sistem pemerintahan yang adil dan bijak.

Melansir dari beberapa sumber, berikut kami rangkum berbagai fungsi partai politik dalam pemerintahan dan informasi lainnya yang perlu Anda ketahui.

Mengenal Partai Politik

Sebelum mengetahui fungsi partai politik, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang disebut dengan partai politik. Parpol atau partai politik merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sekelompok orang yang begabung untuk mengikuti pemilihan umum guna mendapatkan kursi pemegang kekuasaan di pemerintahan.

Dalam hal ini peran utama yang dijalankan oleh parpol adalah membenahi agenda dan kebijakan politik. Sehingga tidak heran jika setiap partai politik saling mengklaim bahwa kebijakan yang mereka tawarkan lebih baik daripada pihak lain.

Tujuan Partai Politik

Sebelum mengetahui beberapa fungsi partai politik, penting juga untuk mengetahui tujuan dari partai politik. Secara umum, tujuan dasar partai politik adalah untuk mencalonkan kandidat di jabatan publik dan berupaya agar mereka mendapatkan sebanyak mungkin suara pemilih. Setelah terpilih, para pejabat ini mencoba untuk mencapai tujuan partai mereka melalui undang-undang dan inisiatif program.

Partai politik menginginkan sebanyak mungkin orang terlibat. Sebagian besar anggota mengambil peran yang cukup pasif, hanya memberikan suara untuk kandidat partai mereka pada waktu pemilihan. Beberapa menjadi lebih aktif dan bekerja sebagai pejabat di partai atau menjadi sukarelawan untuk membujuk orang agar memilih. Anggota yang ambisius mungkin memutuskan untuk mencalonkan diri sendiri untuk maju dalam penyelenggaraan pemilu.

Mewakili Kelompok Kepentingan

Setelah mengetahui pengertian umum dan tujuan, berikutnya terdapat beberapa fungsi partai politik yang perlu diketahui. Fungsi partai politik yang pertama yaitu mewakili kepentingan kelompok.

Secara umum, partai politik mewakili kelompok sekaligus individu. Biasanya, kelompok kepentingan ini mempunyai perhatian khusus yang menjadi modal bagi mereka untuk menarik simpati masyarakat atau calon pemilih. Dalam hal ini, setiap individu yang tergabung dalam partai politik bisa bekerja sama untuk menjalankan agenda tertentu demi tercapainya tujuan partai politik.

Menyederhanakan Pilihan

Fungsi partai politik berikutnya, yaitu menyederhanakan pilihan. Dalam hal ini, setiap partai politik mengusung isu yang menjadi perhatian mereka. Mereka juga menyatakan tujuan secara umum sehingga bisa menarik masyarakat atau calon pemilih.

Selain itu, tujuan yang dimiliki partai politik ini juga bis digunakan untuk menyeleksi kandidat atau individu yang akan menjadi calon anggota organisasi agar sesuai dengan prinsip dan filosofi partai politik. Dengan begitu, organisasi ini akan mendapatkan anggota-anggota yang kompeten dan bisa menarik perhatian pemilih demi mendapatkan kekuasaan di kursi pemerintahan.

Membuat Kebijakan

Fungsi partai politik selanjutnya, yaitu membuat kebijakan. Dalam hal ini, partai politik mengambil posisi untuk mempengaruhi kebijakan penting, terutama memberikan alternatif posisi bagi pihak mana pun yang berkuasa. Ketika berkuasa, suatu partai berusaha untuk mempraktikkan filosofinya melalui undang-undang.

Jika seorang kandidat memenangkan jabatan dengan mayoritas besar, itu mungkin berarti bahwa para pemilih telah memberinya mandate untuk melaksanakan program yang telah disampaikan dalam kampanye.

Fungsi Partai Politik Lain

Selain beberapa fungsi tersebut, terdapat fungsi partai politik lain yang tidak kalah penting. Fungsi ini juga memainkan peranan besar untuk menarik perhatian masyarakat guna menghimpun suara pemilih. Berikut beberapa fungsi partai politik lain yang perlu Anda ketahui:

  • Partai politik membentuk opini publik. Dengan bantuan kelompok penekan, partai-partai melancarkan gerakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi rakyat.
  • Partai bahkan menawarkan akses ke mesin pemerintah dan skema kesejahteraan. Pemimpin partai lokal berfungsi sebagai penghubung antara warga dan pejabat pemerintah.
  • Partai-partai yang kalah dalam pemilu membentuk oposisi. Mereka menyuarakan pandangan yang berbeda dan mengkritik pemerintah atas kegagalan mereka dan memobilisasi oposisi terhadap pemerintah.

Sistem Partai Politik dalam Pemerintahan

Setelah mengetahui beberapa fungsi partai politik, terakhir terdapat sistem partai politik yang berlaku dalam pelaksanaan pemerintahan. Sistem partai politik ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu sistem satu partai, dua partai, dan multi-partai. Berikut penjelasannya untuk Anda:

  • Sistem Satu Partai : yaitu hanya terdapat satu partai dan tidak ada pesaing dalam sistem ini. Satu-satunya partai akan mencalonkan kandidat dan pemilih hanya memiliki dua pilihan, yaitu memilih calon tersebut, atau tidak memilih sama sekali, dengan kata lain tidak menggunakan hak pilihnya. Sistem politik ini telah menonjol di rezim otoriter dan negara-negara komunis seperti Cina, Korea Utara, dan Kuba. Sebelum runtuhnya komunisme, sistem ini juga lazim di Uni Soviet.
  • Sistem Dua Partai : yaitu sistem yang memiliki dua partai besar yang dominan dan berkuasa. Jadi, untuk memenangkan pemilu, pemenang harus mendapatkan suara terbanyak. Biasanya, partai-partai kecil cenderung bergabung dengan partai-partai besar atau mereka keluar dari pemilu. Sistem parlementer ini berlaku di Kanada dan Inggris Raya, di mana ada dua partai yang memegang jumlah kursi maksimum.
  • Sistem Multi-partai : yaitu sistem partai yang mempunyai lebih dari tiga partai untuk berkompetisi menguasai pemerintahan, baik secara terpisah maupun dalam koalisi. Jika tidak ada partai yang mencapai mayoritas kursi legislatif dengan jelas, maka beberapa partai akan bergabung dan membentuk pemerintahan koalisi. Negara-negara seperti India, menganut sistem multi-partai. Sebagian orang berpendapat, bahwa sistem multipartai seringkali menimbulkan ketidakstabilan politik di suatu negara.
Rekomendasi