Tasbih Indosiar Bahas Hikmah Memaafkan, Begini Penjelasan Ustaz Subki

Salah satu pembahasan yang pernah di bahas di acara Tasbih Indosiar adalah soal indahnya saling memaafkan.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Tasbih Indosiar Bahas Hikmah Memaafkan, Begini Penjelasan Ustaz Subki
You Tube - Indosiar

Acara Tasbih Indosiar adalah bincang-bincang religi antara Lesti dengan Abahnya yang diperankan oleh Ustaz Subki Al-Bughury. Di setiap episode, Lesti akan menyampaikan segala keluh kesah dari pemirsa di rumah ke Abahnya.

Problematika kehidupan zaman sekarang akan dibahas setiap episodenya secara ringan dan sesuai ketentuan agama Islam. Karena itu, acara Tasbih Indosiar ini menjadi acara favorit penonton Indosiar yang tayang setiap hari pukul 06.00 WIB.

Salah satu pembahasan yang pernah di bahas di acara Tasbih Indosiar adalah soal indahnya saling memaafkan. Lalu, secara sederhana, Ustaz Subki membahas masalah tersebut.

Hal itu diungkapkan Ustaz Subki dalam tayangan Tasbih Indosiar yang diunggah di kanal YouTube Indosiar pada beberapa hari lalu. Dalam kesempatannya tersebut, Ustaz Subki menjelaskan tentang hikmah saling memaafkan.

Ustaz Subki mengatakan bahwa orang yang saling memaafkan itu adalah orang yang akan mendapatkan banyak manfaat. Salah satu manfaatnya akan menjadi orang yang beriman dan selalu ingat kepada Tuhan.

"Ya karena pertama, maaf adalah sifat orang yang bertakwa, orang yang beriman. Kita tau ayat Quran mengingatkan kita bahwa permusuhan itu seprti kita berada di jurang neraka," ungkap Ustaz Subki.

Ketika orang itu akan selalu bertakwa kepada Tuhan, Tuhan akan senantiasa memberikannya nikmat. Menjalin tali silaturahmi dan bersaudara dengan banyak orang adalah nikmat yang akan diberikan Tuhan.

"Allah mengingatkan kita semua, ingat nikmat Allah. Orang yang bersaudara orang yang bersilaturahim, orang yang saling memaafkan itu adalah nikmat Allah," tambah Ustaz Subki.

Lebih lanjut, Ustaz Subki menjelaskan mengenai hukum Muslim yang tidak bertegur sapa dengan saudara terdekatnya selama lebih dari tiga malam. Jika para Muslim itu saling marah, diharapkan selama tiga malam, amarah itu harus sudah hilang.

"Tidak halal bagi seorang Muslim melebihi tiga malam tidak berteguran kepada saudara kita. Sesungguhnya sesama orang yang beriman itu kita bersaudara," jelas Ustaz Subki.

Rekomendasi