The House Of Raminten merupakan salah satu rumah kuliner yang sangat terkenal di Jogja, khususnya bagi para wisatawan luar kota. Rumah makan itu mengusung konsep unik dengan menonjolkan tema tradisional Jawa.
Saat pertama kali masuk, pengunjung akan menjumpai bangunan semi permanen dengan menonjolkan unsur kayu sebagai bangunannya. Pengunjung juga akan menjumpai tatanan bunga setaman di sudut-sudut ruangan dan bau wewangian dupa yang memenuhi seantero ruangan.
Hamzah Sulaeman merupakan sosok di balik berdirinya The House Raminten. Selain rumah makan itu, berbagai bentuk usaha lain telah ia dirikan seperti Toko Mirota yang memiliki banyak cabang di Kota Yogyakarta.
Lalu seperti apa sosok perjalanan karier dari Hamzah Sulaeman? Bagaimana ia bisa mendirikan The House Of Raminten yang cukup populer hingga sekarang?
Advertisement
Sosok Hamzah Sulaeman
Mengutip Wikipedia.org, Hamzah Sulaeman adalah anak bungsu dari pendiri Grup Mirota yaitu Hendro Sutikno (Tan Kiem Tik) dan Tini Yunianti (Nyoo Tien Nio). Keempat saudaranya adalah Yangky Iswanti, Siswanto, Ninik Wijayanti, dan Ariyanti. Hamzah berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Biologi. Namun kuliahnya tidak selesai. Ia pun kemudian berkuliah di Universitas Sanata Dharma dan mengambil progran jurusan Bahasa Inggris.
Setelah lulus kuliah, Hamzah bekerja sebagai pelayan di kapal pesiar pada tahun 1970. Selanjutnya ia bekerja di Amerika Serikat selama tiga tahun sebelum akhirnya pulang ke Indonesia karena ayahnya sakit. Bersama saudara-saudaranya, Hamzah menjalankan bisnis peninggalan orang tuanya yaitu Toko Mirota.
Hamzah sempat pensiun dari bisnisnya untuk terjun ke dunia akting. Ia ikut ambil bagian dalam ketoprak komedi berjudul “Pengkolan” dan memainkan peran sebagai seorang wanita Jawa bernama “Raminten”.
Advertisement
Mendirikan The House Of Raminten
Setelah memutuskan pensiun dari dunia akting, Hamzah memutuskan untuk kembali berbisnis. Ia kemudian mendirikan sebuah rumah makan yang ia beri nama The House Of Raminten. Nama Raminten ia sematkan dari perannya selama menekuni dunia akting.
Mengutip situs Raminten.com, The House Of Raminten berdiri pada 26 Desember 2008. Pada awal berdirinya, rumah makan itu menjual beraneka macam jamu seperti jamu beras kencur, kunir asem, jamu kolesterol, asam urat, dan berbagai jamu lainnya. Dalam perkembangannya, rumah makan itu menjual menu Sego Kucing dengan harga Rp1.000.
Mulai dari sana The House Of Raminten mulai dikenal orang. Mereka rela berdatangan bahkan sampai mengantre sekalipun. Sampai saat ini, sego kucing Rp1.000 masih menjadi ikon The House Of Raminten.
Advertisement
Diangkat ke Film Layar Lebar
Kisah Hamzah Sulaeman dalam mendirikan The House Of Raminten rencananya akan diangkat ke sebuah film layar lebar. Sutradara Nia Dinata berencana membuat film dokumenter yang mengangkat kisah Raminten. Film dokumenter ini rencananya akan mengupas warna-warni dunia Raminten, memotret perjalanan sang pendiri dalam membina dan membesarkan Raminten.
Nia mengungkapkan, ide pembuatan film itu sudah tercetus sejak lama. Ia melihat Raminten sebagai sosok luar biasa dalam menghidupkan budaya Yogyakarta.
“Buat kami pribadi, sosok Raminten dengan segala warna-warninya benar-benar menarik untuk diceritakan,” kata Nia.
Proses pembuatan film ini diharapkan akan rampung pada akhir tahun 2024. Selain mendokumentasikan sosok Raminten, film ini juga mempromosikan Yogyakarta yang kaya akan budaya Jawa sekaligus seni modern kontemporer.