Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Dulunya Tempat Berkumpulnya Para Preman, Ini Kisah Kampung Krese Semarang
Dulunya Tempat Berkumpulnya Para Preman, Ini Kisah Kampung Krese Semarang

Dulunya Tempat Berkumpulnya Para Preman, Ini Kisah Kampung Krese Semarang

Kini Kampung Krese tampil lebih bersih dan bebas banjir. 

Pada masa lalu, Kampung Krese, sebuah kampung padat penduduk di tengah Kota Semarang, merupakan kampung yang kumuh. Belum lagi tempat itu merupakan pusat berkumpulnya para preman di Kota Semarang.

“Dulu di kampung ini ada tempat prostitusi. Letaknya agak ke timur. Dulu artis-artis banyak yang suka ke sana. Dan di sanalah tempat berkumpulnya para ‘jeger-jeger’ di Kota Semarang,” kata Pak Iswanto, Ketua RW setempat.

Dulunya Tempat Berkumpulnya Para Preman, Ini Kisah Kampung Krese Semarang

Pak Iswanto mengaku tidak tahu kenapa kampung itu dinamakan “Krese”. Tapi yang jelas seiring waktu, tren premanisme di Kampung Krese terus menurun.

Pak Iswanto mengatakan, para preman itu kemungkinan sudah jenuh dengan aktivitas mereka dan mencari pekerjaan yang lebih halal.

“Mereka beralih profesi jadi macam-macam. Ada yang jadi tukang jok, pedagang lumpia, ada yang buat ikat pinggang, ada juga yang wiraswasta teh botol,” katanya.

Pak Iswanto mengatakan bahwa saat ini banyak anak muda yang sudah pada kerja. Menurutnya itu lebih baik dibandingkan kegiatan di masa lalu di mana banyak preman yang sering berbuat onar. Ia bersyukur kini kondisi Kampung Krese sudah jauh lebih baik.

“Dulu Kampung Krese terlalu kumuh. Pokoknya bobrok. Pekarangan tidak ada, banyak gerobak berceceran di pinggir gang. Karena pemangku wilayah yang dulu masa bodoh dengan Kampung Krese,” ujarnya, mengutip kanal YouTube Semarang Pemkot.

Pak Iswanto mengatakan, setelah ia ditunjuk sebagai Ketua RT di Kampung Krese, ia mengerahkan pikiran dan tenaga bagaimana agar image Kampung Krese sebagai tempatnya para preman bisa hilang.

“Apabila orang ada yang minum di pinggir sini, saya bubarkan,” kata Pak Iswanto.

Pak Iswanto mengatakan bahwa Kampung Krese merupakan kampung yang sering terkena banjir. Ia pun meminta bantuan dari camat setempat untuk membuat saluran air.

Permintaan itupun dikabulkan camat. Hingga sekarang Kampung Krese bebas banjir.

“Hebatnya Pak Camat seperti itu. Setiap saya minta bantuan selalu di-ACC,” kata Pak Iswanto.

Ia mengatakan saat ini banyak warga Kampung Krese yang berjualan lumpia. Apalagi usaha ini sudah terbukti bisa mendatangkan penghasilan yang cukup bagi kehidupan mereka. Ia memberikan alasan kenapa banyak warga yang memilih usaha lumpia.

“Karena lumpia identik dengan oleh-oleh khas Semarang. Selain itu dibuatnya juga mudah, dan penghasilannya lumayan. Untuk menghidupi anak istri lebih dari cukup lah,” kata Pak Iswanto.

Kampung di Kebumen Ini Tersembunyi di Balik Gua Hanya Ada 5 Rumah, Begini Potretnya
Kampung di Kebumen Ini Tersembunyi di Balik Gua Hanya Ada 5 Rumah, Begini Potretnya

Tersembunyi di balik gua, begini potret kampung unik di Kebumen.

Baca Selengkapnya icon-hand
7 Preman Minta Duit Keliling Kampung di Serpong Tangsel, Modus Bersihkan Selokan
7 Preman Minta Duit Keliling Kampung di Serpong Tangsel, Modus Bersihkan Selokan

Pelaku membersihkan got tanpa adanya permintaan dari pengurus lingkungan setempat.

Baca Selengkapnya icon-hand
Hidup Berdampingan Rukun dan Damai, Ini Potret Kampung Kristen di Cianjur Jawa Barat
Hidup Berdampingan Rukun dan Damai, Ini Potret Kampung Kristen di Cianjur Jawa Barat

Kedamaian pun nampak tercipta di kampung tersebut. Lantas seperti apa penampakan kampung Kristen ini?

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Berada di Tengah Pemakamam Umum, Ini Kisah Kampung Bergota Semarang
Berada di Tengah Pemakamam Umum, Ini Kisah Kampung Bergota Semarang

Penduduk sekitar sudah terbiasa dengan suasana dan pengalaman mistis di sana.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kisah Kampung Mati di Gunungkidul, Kini Hanya Tersisa Dua Rumah di Puncak Bukit
Kisah Kampung Mati di Gunungkidul, Kini Hanya Tersisa Dua Rumah di Puncak Bukit

Ada seorang warga kampung yang hilang dan keberadaannya belum diketahui hingga kini.

Baca Selengkapnya icon-hand
Blusukan ke Kampung Pengrajin Genteng di Blora, Nenek Usia Hampir 80 Tahun Masih Ikut Produksi
Blusukan ke Kampung Pengrajin Genteng di Blora, Nenek Usia Hampir 80 Tahun Masih Ikut Produksi

Di desa itu, banyak warga yang berprofesi sebagai perajin genteng, bahkan saat usianya telah lanjut

Baca Selengkapnya icon-hand
KPK Geledah Rumah Wali Kota M Lutfi dan Tiga Lokasi di Bima Terkait Korupsi
KPK Geledah Rumah Wali Kota M Lutfi dan Tiga Lokasi di Bima Terkait Korupsi

KPK belum bersedia membeberkan temuan yang didapat tim penyidik.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tinggalkan Kota demi Temani Orang Tua, Pemuda Ini Sukses Jadi Dosen dan Kelola Puluhan Kolam Ikan di Kampung
Tinggalkan Kota demi Temani Orang Tua, Pemuda Ini Sukses Jadi Dosen dan Kelola Puluhan Kolam Ikan di Kampung

Lulusan pascasarjana UGM ini rela lepaskan peluang berkarier di perkotaan demi menemani orang tuanya di rumah

Baca Selengkapnya icon-hand
Perempuan Ditemukan Bersimbah Darah di Lahan Kosong, Sempat Berteriak 'Tolong A, Enggak Kuat'
Perempuan Ditemukan Bersimbah Darah di Lahan Kosong, Sempat Berteriak 'Tolong A, Enggak Kuat'

Penganiayaan membuat korban meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Baca Selengkapnya icon-hand