BRImo Bantu IRT di Yogyakarta Atasi Boros, Ini Kisah Nabung Deposito dengan Cara Simpel dan Cerdas

IRT di Yogyakarta ini pakai BRImo untuk buka deposito BRI, trik simpel atasi kebiasaan boros dan rencanakan masa depan keuangan dengan mudah dan praktis.

Tyas Titi Kinapti
Oleh Tyas Titi Kinapti - Reporter
BRImo Bantu IRT di Yogyakarta Atasi Boros, Ini Kisah Nabung Deposito dengan Cara Simpel dan Cerdas
BRImo Bantu IRT di Yogyakarta Atasi Boros, Ini Kisah Nabung Deposito dengan Cara Simpel dan Cerdas (Merdeka.com)

Kini banyak orang yang mulai menyadari pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan. Begitu pula dengan ibu rumah tangga ini, Widyawati (33) yang belakangan ini serius dalam mengatur keuangannya. Meskipun sudah lama terbiasa menabung sejak kecil, ia baru menemukan metode yang benar-benar terarah setelah memutuskan untuk memanfaatkan deposito sebagai alat simpanannya.

Dengan tujuan yang jelas dan sistem yang terorganisir, ia kini merasa lebih tenang meskipun sering kali tergoda untuk berbelanja.Pilihan deposito bukanlah hal yang asal dipilih. Bagi dia, deposito merupakan cara untuk menghindari kebiasaan boros yang sering terjadi ketika uang masih tersedia di rekening.

Dengan adanya deposito, ia merasa uang yang "terpendam" di sana membuatnya lebih disiplin dalam mengelola pengeluaran. Selain itu, proses yang cepat dan mudah melalui aplikasi BRImo milik BRI juga menjadi alasan utama mengapa ia lebih memilih deposito di BRI dibandingkan dengan bank lain.

Namun, meski deposito memberikan ketenangan, ada juga perasaan cemas yang kadang muncul, terutama saat uang di rekening pribadi mulai menipis. Baginya, deposito di BRI menjadi jaring pengaman yang aman, meskipun ia harus rela "mengendapkan" uangnya untuk beberapa waktu hingga waktunya jatuh tempo. Simak cerita lengkapnya berikut ini.

Sejak kecil, wanita yang akrab disapa Widya ini sudah terbiasa menabung. Namun, baru sekitar dua tahun terakhir, ia merasa perlu untuk benar-benar menata keuangan dengan lebih serius.

"Aku suka menabung tapi seringkali nggak ada tujuan yang jelas, nah sekarang lebih terarah, jadi bagi-bagi pengeluaran dan tabungan," ujarnya saat ditemui merdeka.com pada Kamis (24/4/2025).

Proses pengelolaan uang yang lebih terencana ini membawa dampak positif dalam hidupnya. Menabung di deposito merupakan langkah terbaru dalam perencanaan keuangannya. Sebelumnya, ia merasa cukup dengan menabung biasa di rekening, namun ternyata itu belum cukup untuk mengatur pengeluaran dengan lebih bijak.

"Dulu aku sering banget boros, suka belanja baju lucu atau hal-hal kecil lainnya. Tapi kalau sudah ada uang di deposito, aku jadi lebih tenang dan nggak sembarangan pakai uang," ungkapnya.

Keputusan untuk memilih deposito sebagai alat menabung juga datang dari keinginannya untuk menghindari pengeluaran yang tidak terkontrol. Widya pun memilih menggunakan fitur Deposito BRImo sejak 2024 lalu.

"Kadang kalau uang masih banyak di rekening, suka tergoda untuk belanja. Tapi deposito, kan, uangnya terpendam di sana, kalau mau cairin pun ada resikonya. Jadi sejak sekitar 2024 memutuskan deposito" jelasnya.

Widya pertama kali mengenal BRImo dari ibundanya, yang sudah lebih dulu menggunakan aplikasi tersebut untuk kebutuhan transfer dan pembayaran sehari-hari. Lama-kelamaan, Widya mulai penasaran dan menjelajahi fitur-fitur lain di aplikasi itu. Hingga akhirnya, ia menemukan opsi untuk membuka deposito langsung dari BRImo.

Salah satu hal yang membuat Widya jatuh hati pada deposito BRI via BRImo adalah fleksibilitasnya. Dengan setoran awal minimal Rp5 juta, ia bisa memilih jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhannya, mulai dari 1 bulan hingga 1 tahun. Fleksibilitas ini membuatnya bisa mengatur keuangan dengan lebih baik.

Saat ini, Widya memiliki tiga deposito dengan tujuan yang berbeda yaitu untuk kontrakan, untuk liburan, dan untuk dana darurat. Ketiganya juga memiliki tenor yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Aku pakai sistem ini untuk menyisihkan uang buat liburan keluarga, bayar kontrakan rumah tahunan, juga dana darurat,” kata Widya.

Salah satu depositonya akan jatuh tempo pada Mei nanti, setelah disimpan selama 3 bulan. Uang ini khusus disiapkan sebagai liburan ke Bandung bersama suami.

“Aku nabung deposito buat liburan ke Bandung, aku masukin ke deposito selama 3 bulan. Pas waktunya cair, bisa langsung kepake buat tiket dan akomodasi. Dana lainnya juga masuk deposito untuk kontrakan dan sebagainya.” tambah Widya.

Suku Bunga yang Kompetitif

Widya juga merasa deposito BRI punya kelebihan dari segi bunga. Bunganya cukup menarik dan bisa langsung ditransfer ke rekening tabungan saat deposito jatuh tempo. Selain itu, ada fitur perpanjangan otomatis yang membuatnya lebih mudah karena pokok uangnya bisa terus diputar tanpa perlu repot memperpanjangnya sendiri.

"Kadang aku lupa kalau punya deposito, terus pas buka BRImo ada notifikasi masuk, 'Deposito kamu akan jatuh tempo.' Wah, itu rasanya senang banget, kayak dapat hadiah," ceritanya sambil tersenyum.

Widya juga pernah mencoba deposito online di bank lain, dan menurutnya, bunga deposito BRI tetap lebih menarik. "Bunga di sini lebih oke, jadi aku nyaman terus menabung di BRI," tambahnya.

Bisa Setor Dana Lewat Ponsel

Dengan BRImo, Widya bisa membuka deposito kapan saja tanpa perlu ke kantor cabang. Ia tinggal pilih jumlah dana, tenor, dan sumber dana. Semuanya bisa dilakukan dengan sentuhan jari dan dalam waktu yang singkat.

"Yang paling enak karena semuanya bisa diatur lewat ponsel, dari rekening tabungan langsung bisa disetor ke deposito. Pindah-pindahin uangnya ke deposito, mengatur uangnya dan lain sebagainya jadi gampang dan bisa dilakuin dimana aja dan kapan aja" tambahnya.

Tidak Ada Biaya Administrasi

Salah satu alasan Widya betah pakai deposito BRI adalah karena nggak ada biaya administrasi. Semuanya transparan dan jelas sejak awal. Ia juga merasa aplikasi BRImo lebih ringan dan cepat dibanding aplikasi bank lain yang pernah ia coba.

"Sering banget nemu aplikasi yang berat dan lemot. BRImo tuh nggak, cepet banget. Makanya aku pilihnya di sini aja," kata Widya.

Dengan fitur-fitur lengkap, keamanan tinggi, dan kemudahan akses, Widya merasa deposito bukan cuma soal menabung, tapi juga soal punya kendali atas keuangan pribadi.

Menabung di deposito memang membawa perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, ia merasa tenang karena uang yang ada di deposito tidak akan digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu.

"Ada tenangnya, karena tahu uang aman di deposito, nggak tergoda buat belanja sembarangan," kata dia.

Namun, di sisi lain, ia juga mengaku ada rasa cemas yang kadang muncul, terutama ketika keuangan pribadi mulai menipis dan hanya tinggal saldo di deposito yang tersisa.

"Kalau uang di rekening sudah habis, kadang deg-degan juga mikir, 'Aduh, tinggal deposito nih, nanti cairin atau nggak ya?' Tapi alhamdulillah belum pernah sampai harus cairin deposito sebelum waktunya," ceritanya.

Meskipun ada perasaan deg-degan ini, ia merasa bahwa menabung di deposito membuatnya lebih bijak dalam mengatur keuangan. Pasalnya, jika mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, akan dikenakan penalti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Ini salah satu cara aku untuk lebih disiplin, karena tahu uang di deposito nggak bisa diambil seenaknya," tuturnya.

Ia juga menyadari bahwa memiliki dana yang aman di deposito membantu menjaga kestabilan keuangan keluarga.

"Saat kondisi keuangan mulai ketat, deposito jadi pengaman, jadi saya nggak panik," ujarnya.

Memasuki usia kepala tiga, ia mulai memikirkan lebih dalam tentang "financial freedom" atau kebebasan finansial.

"Menurutku, financial freedom itu penting banget. Siapa sih yang nggak mau hidup damai tanpa khawatir mikirin uang? Kalau uang kita sudah terencana rapi, pasti hidup jadi lebih tenang," ujarnya Widya.

Bagi dia, mencapai kebebasan finansial bukanlah hal yang mustahil, meskipun memerlukan usaha dan perencanaan yang matang.

"Aku berharap bisa mencapai financial freedom, jadi tidak perlu lagi khawatir soal uang, semua sudah terencana untuk masa depan," tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa memiliki tujuan yang jelas dalam menabung, seperti menggunakan deposito untuk berbagai kebutuhan, merupakan langkah yang tepat untuk menuju ke arah tersebut.

"Kalau keuangan sudah terkontrol, hidup jadi lebih nyaman. Nggak lagi pusing mikirin gimana cara bayar tagihan atau biaya hidup lainnya," ungkapnya.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuka deposito melalui aplikasi BRImo, berdasarkan informasi resmi dari Bank BRI:

  1. Login ke Aplikasi BRImo: Masuk dengan username dan PIN yang sudah terdaftar.
  2. Pilih menu "Investasi" di halaman utama aplikasi.
  3. Pilih "Deposito" lalu klik "Buka Rekening Deposito".
  4. Baca dan setujui syarat & ketentuan yang berlaku.
  5. Isi Detail Deposito dan tentukan jumlah dana (min. Rp10.000.000), jangka waktu, dan jenis perpanjangan (misal, ARO atau Non-ARO).
  6. Pilih rekening BRI yang akan digunakan untuk dana deposito.
  7. Konfirmasi dan Masukkan PIN, periksa kembali data, lalu konfirmasi dengan PIN BRImo Anda.
  8. Selesai. Anda akan menerima notifikasi pembukaan deposito.

Informasi Tambahan

  1. Suku Bunga Deposito: Suku bunga deposito BRI bervariasi tergantung pada jangka waktu dan jumlah dana yang ditempatkan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi situs resmi BRI atau menghubungi layanan pelanggan.​
  2. Pencairan Deposito: Pada saat jatuh tempo, dana deposito beserta bunganya akan otomatis dikreditkan ke rekening sumber dana yang telah Anda pilih saat pembukaan deposito.​Bank BRI
  3. Penalti Pencairan Dini: Jika Anda mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, akan dikenakan penalti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.​

Untuk informasi lebih lanjut dan simulasi deposito, Anda dapat mengunjungi situs resmi Bank BRI di bri.co.id.

Rekomendasi