Sandiaga dorong Setu Babakan jadi pusat kuliner dan budaya Betawi

Sabtu, 3 Maret 2018 14:52 Reporter : Hari Ariyanti
Sandiaga dorong Setu Babakan jadi pusat kuliner dan budaya Betawi Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno ingin menjadikan Setu Babakan sebagai pusat kuliner khas Betawi. Setu Babakan selama ini memang dikenal sebagai salah satu wilayah di Jakarta Selatan yang masih kental budaya Betawinya. Karena itu ia ingin mendorong ada pusat kuliner Betawi di wilayah tersebut.

"Kalau saya bilang yang paling penting adalah pusat kulinernya. Kita ingin semua yang berpikir tentang kuliner Betawi, pusatnya di sini," jelasnya saat menghadiri Pencanangan Gerakan Wirausaha Orang Tua Angkat OK OCE (GWOTA OK OCE) dan Seminar Wirausaha di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3).

Selain itu, Sandi juga akan mendorong pengembangan di Setu Babakan. "Kita seakan-akan masuk ke Betawi tempo dulu yang bernuansa bagaimana orang tua kita dulu, pohon-pohonnya ada pohon kecapi, ada pohon gowok. Ya itu kita jalan sejauh mungkin 500-600 meter, total lahannya 3,2 hektar itu menikmati Betawi tanpa ada kendaraan bermotor di situ. Karena itu tempatnya di pulau," paparnya.

Nuansa kultur Betawi menurutnya masih sangat kuat di wilayah itu. Namun perlu lebih ditingkatkan lagi dan dilestarikan. Hal itu mendukung sektor pariwisata.

"Kalau dari segi infrastruktur ada, dari segi seni budaya ada. Tapi interaksi sosial dari masyarakat ini yang harus kita tingkatkan ke depan," ujarnya.

Semua zona di Setu Babakan telah dimasukkan ke Perda. Sebanyak 70 persen lahan di wilayah itu masih milik pribadi atau milik masyarakat dan 30 persen dikelola Pemprov DKI.

Menurutnya semua lahan di Setu Babakan tak perlu dibeli semua oleh Pemprov DKI. Tapi antara pemerintah dan masyarakat harus dibangun simbiosis mutualisme atau kerjasama dalam mengembangkan wilayah itu.

"Karena sekarang Pemprov sudah punya Setu Babakan, terus juga bisa disatukan nanti dengan setu yang menempel di sebelah selatan dari sini," kata Sandi.

"Itu kita bisa integrasikan, ada hutan kota, ada pulaunya sendiri. Dan pengembangannya ini, saya minta sebagai pusat pariwisata. Karena kita sudah punya Kota Tua dan kita punya Kepulauan Seribu di kawasan Utara. Di selatan, kita punya Setu Babakan," lanjutnya.

Peluncuran GWOTA OK OCE difasilitasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan juga partisipasi aktif dari masyarakat Betawi seperti OK OB, Bamus, dan Pusat Pelestarian Kebudayaan Betawi. Diharapkan program ini menjadi magnet bagi usaha rakyat dan ekonomi mikro.

"Karena ini yang paling dirasakan masyarakat. Dua hari ke depan kita harapkan mereka bisa meningkatkan juga perekonomian mereka, maupun kapasitas mereka," ujarnya.

"Karena ternyata dilihat di sini ada program mentorship. Ada program lelang untuk waralaba. Bagaimana mereka juga bisa mengemas produknya dengan baik," sambungnya.

Baca juga:
Pemprov DKI akan pusatkan kuliner Betawi di Pasar Bali Mester
Jurus jitu agar olahan daging kambing tak bau 'prengus'
Muasal sop kaki kambing Tanah Abang jadi melegenda
Menikmati sop kambing berkuah susu legendaris Tanah Abang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini