Duka menyelimuti jajaran Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur. Salah satu anggotanya Andriyono, gugur saat bertugas memadamkan kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu (1/8).
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara menjelaskan kronologi anggotanya meninggal dunia saat bertugas sebagai Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Jakarta Timur. Bayu menuturkan, petugas tersebut bertugas mencari sumber air untuk mendukung operasi pemadaman. Saat menyambungkan selang, korban tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada.
"Almarhum bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi dan tidak berada pada posisi penyerangan atau pemadaman api secara langsung. Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada," kata Bayu dalam keterangannya, dikutip Minggu (2/8).
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Setibanya di rumah sakit, tim medis sempat melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB.
Bayu menyebut almarhum memiliki riwayat penyakit jantung. Peristiwa itu bermula saat Dinas Gulkarmat menerima laporan kebakaran tumpukan sampah pada pukul 07.02 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 50 personel dikerahkan ke lokasi, dengan operasi pemadaman dimulai pukul 07.11 WIB. Api berhasil dilokalisasi pada pukul 11.35 WIB, kemudian dilanjutkan proses pendinginan sejak pukul 13.15 WIB.
Menurut Bayu, proses pemadaman sempat terkendala karena tumpukan puing di permukaan menutupi sampah di lapisan bawah. Kondisi tersebut memicu ground fire atau titik api bawah tanah yang terus mengeluarkan asap pekat.
Hingga Minggu (2/8) siang, petugas Gulkarmat bersama Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) masih melakukan pendinginan dan mengurai material sampah untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
Kepergian salah satu 'Ksatria Biru', julukan bermuara dari seragam petugas damkar itu membuat duka bagi keluarga besar Dinas Gulkarmat DKI Jakarta. Atas peristiwa itu, Bayu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia juga memastikan seluruh hak almarhum akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Advertisement
Pembuang Sampah Diburu
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyelidiki pelaku pembuangan sampah ilegal di lokasi kebakaran tumpukan sampah di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan melakukan penyelidikan dan penyidikan di lokasi kebakaran mulai Senin (3/8) Agustus 2026.
"Pihak yang melakukan pembuangan sampah secara ilegal akan mendapat sanksi tegas," kata Marulina dalam keterangan resmi, Minggu (2/8).
Marulina menjelaskan, lokasi yang terbakar bukan merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Namun, lahan tersebut selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah secara ilegal sehingga menyebabkan penumpukan sampah.
Seiring penanganan pascakebakaran, DLH DKI Jakarta juga telah mulai mengangkut sampah di area yang telah dinyatakan aman dan tidak terdampak kebakaran.
Di sisi lain, petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta masih melakukan proses pendinginan di lokasi. Meski api utama telah berhasil dipadamkan, bara api masih tersisa di bawah tumpukan sampah.
Dia menambahkan, petugas damkar telah membuka sejumlah titik pada tumpukan sampah agar air dapat menjangkau lapisan bawah dan memadamkan bara api yang masih tersisa. Marulina juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di lokasi tersebut maupun di lahan yang bukan peruntukannya.
"Sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah melalui gerakan pilah, angkut, olah, dan manfaatkan, serta telah menyiapkan berbagai fasilitas pengolahan sampah, termasuk TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang," tegas Marulina.