Update Lalu Lintas Mudik: Jalan Layang MBZ, Kendaraan Padat hingga KM 15 Tol Jakarta-Cikampek

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Korlantas Mabes Polri dan Tol MBZ sudah dimaksimalkan untuk jalur Tol Cikampek.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Update Lalu Lintas Mudik: Jalan Layang MBZ, Kendaraan Padat hingga KM 15 Tol Jakarta-Cikampek
Update Lalu Lintas Mudik: Jalan Layang MBZ, Kendaraan Padat hingga KM 15 Tol Jakarta-Cikampek (Merdeka.com)

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan pemberlakuan sistem lawan arah (contraflow) untuk mencairkan kepadatan kendaraan yang menuju ke arah timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Latif Usman usai melakukan pantauan udara pada Jumat.

"Tadi dari pantauan ada sedikit kepadatan sampai dengan kilometer 15 karena Tol MBZ tadi sempat ditutup sekitar setengah jam sehingga ada antrean sampai kilometer 15 untuk menghindari crossing yang ada dalam pelaksanaan 'contraflow' di kilometer 47," kata Latif kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/3).

Peningkatan Kendaraan

Namun Latif menjelaskan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Korlantas Mabes Polri dan Tol MBZ sudah dimaksimalkan untuk jalur Tol Cikampek.

"Mudah-mudahan setengah jam ke depan InsyaAllah karena dari kilometer 47 sampai kilometer 70 sudah dibuka 'contraflow' dua lajur," kata dia.

Selain itu, Latif juga menyebutkan terjadi peningkatan kendaraan arus mudik di jalan tol dalam kota, yaitu Pondok Indah dan Tanjung Priok.

Pemudik Harus Sabar

Dia juga mengimbau kepada para pemudik yang mengarah ke timur agar lebih bersabar sedikit karena harus saling bergantian arus.

"Saya mengharapkan betul untuk kesiapan dari pengemudinya, dari kendaraannya itu sendiri dan saya mohon betul untuk mentaati peraturan yang ada dan mengikuti imbauan dari petugas di lapangan," katanya.

Latif juga mengimbau kepada para pemudik untuk memanfaatkan tempat istirahat (rest area) sebaik-baiknya dan juga bergantian dengan pemudik lainnya.

"'Rest area' yang ada ini betul-betul harus kita bisa bergantian sehingga tidak terjadi penumpukan dan saling memahami," kata Latif.

Rekomendasi