PT KAI menutup perlintasan liar di KM 12+400 lintas Jatinegara-Bekasi. Lokasi yang ditutup tak jauh dari dengan tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Kasat Reserse Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu.
"Ya betul (dekat TKP tewasnya AKBP Buddy), yang sudah ditutup sebenarnya, tapi dibongkar oknum," kata Kahumas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa saat dikonfirmasi, Minggu (14/5).
Eva menegaskan bahwa penutupan dilakukan karena perlintasan liar itu merupakan pagar pembatas yang telah dibongkar oknum. Penutupan dilakukan guna mewujudkan keselamatan dan keamanan serta implementasi UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
"KAI Daop 1 Jakarta sangat menyayangkan dan mengecam adanya tindakan masyarakat yang kerap membuat perlintasan liar ataupun membongkar pagar pembatas di area jalur rel sehingga kerap menyebabkan kecelakaan," kata dia.
Sejak awal Januari hingga Mei 2023, KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan penutupan perlintasan sebidang liar sebanyak 8 titik di antaranya di KM 26+100 antara Cakung-Bekasi, KM 41+2/3 antara Citayam dan Bojonggede, serta Km 133+029 antara Tonjong Baru dan Cilegon.
Kemudian, KM 40+1/2 antara Citayam – Cibinong, KM 115+6/7 antara Serang-Karangantu, KM 115+7/8 antara Serang-Kangantu, KM 7+0/1 antara Ancol-Tanjung Priuk, KM 12+400 antara Jatinegara-Bekasi.
"Sejak Januari hingga 14 Mei 2023 telah terjadi sebanyak 77 kejadian orang menabrak KA yang tersebar di wilayah Daop 1 Jakarta, 53 di antaranya meninggal dunia, 20 0rang luka ringan dan 4 orang selamat," sebutnya.
Eva menghimbau masyarakat dan pengendara agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel. Masyarakat juga dilarang membuat perlintasan liar dan hanya melintas di jalur perlintasan resmi.
"Para pengendara yang akan melalui perlintasan sebidang resmi juga diimbau agar berhati-hati dengan tetap memperhatikan sisi kanan dan kiri saat akan melintas untuk meyakinkan tidak ada kereta api yang akan melewati perlintasan," imbuhnya.
"Pengendara roda 4 juga diimbau untuk membuka kaca jendela saat akan melalui perlintasan sebidang rel agar pandangan dan pendengaran tidak terhalang serta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara serta tidak menerobos perlintasan saat sirine sudah berbunyi," tambahnya.
Advertisement
Sebelumnya, polisi masih mendalami penyebab Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu tewas di rel Kereta Api di Jatinegara. Dugaan sementara, dia bunuh diri.
"Penyelidikan dan pendalaman ini dilakukan secara induktif dan deduktif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, kepada wartawan, di lokasi kejadian, Sabtu (29/4).
Selain menyelidiki dari lokasi kejadian, kepolisian juga akan meminta keterangan dari keluarga.
"Baik itu di tempat kejadian perkara secara eksternal juga didapat keterangan-keterangan dan juga kita akan mendalami secara internalnya pihak keluarga," sambungnya.
Buddy diduga tewas tertabrak kereta api jarak jauh di perlintasan wilayah Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Dia diduga tertabrak kereta api (KA) 320 Tegal Bahari pada Sabtu (29/4) sekira pukul sekira pukul 09.32 WIB.
"Patut diduga bunuh diri. Sementara ini dalam proses penyelidikan. Untuk motif masih didalami," ujar Trunoyudo.