Heru Budi Kenang M Taufik: Orang Baik dan Idenya Cukup Baik untuk Jakarta

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono turut berbelasungkawa atas berpulangnya mantan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra M Taufik. Heru mengatakan, Taufik adalah sahabatnya saat menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Heru Budi Kenang M Taufik: Orang Baik dan Idenya Cukup Baik untuk Jakarta
Heru Budi di Balai Kota DKI Jakarta. Winda Nelfira/Liputan6.com

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono turut berbelasungkawa atas berpulangnya mantan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik. Heru mengatakan, Taufik adalah sahabatnya saat menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

"Ya pertama beliau sahabat dari Jakarta Utara. Turut berduka cita dan semoga amal ibadahnya diterima," kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/5).

Heru melanjutkan, Taufik merupakan sosok yang baik dan kerap memiliki ide-ide yang bagus untuk membangun Jakarta.

"Ya orangnya baik dan suka bercanda juga dan idenya cukup baik untuk Jakarta. Saya mengenal beliau sejak lama sejak di Jakarta Utara," tambah Heru.

M Taufik Meninggal di Rumah Sakit

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra Rani Mauliani mengonfirmasi kabar bahwa M Taufik meninggal dunia pada Rabu (3/5).

"Iya, betul, beliau wafat pukul 21.45 WIB di RS Siloam," ucap Rani.

Kemudian, jenazah M Taufik disemayamkan di Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

"Rencana jenazah dibawa ke Pondok Ranggon jam 07.00, dimandikan dan dimakamkan jam 11.00," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Nurhasan.

Setelah itu, jenazah dimakamkan di Al-Azhar Memorial Garden Karawang, Jawa Barat, Kamis (4/5) hari ini pukul 13.00 WIB.

Adapun Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif mengungkapkan, almarhum mantan Wakil Ketua DPRD M Taufik mengidap sakit kanker paru stadium empat. Taufik juga sempat berobat ke Singapura.

"Pak Taufik cukup lama dirawat ya sejak awal Oktober itu sudah ada hasil pemeriksaan scan, macam-macam lah. Di akhir Oktober itu baru dirawat inap di Mount Elisabeth Singapura. Tindakannya kemo satu, dua, tiga, empat, lima, enam," kata Syarif kepada wartawan di Jakarta Timur, Kamis (4/5).

Setelah itu, menjelang hari raya Idulfitri kemarin, dokter mengizinkan Taufik untuk pulang ke Indonesia. Kemudian pengobatan dilanjutkan di Siloam Semanggi.

"Terus lanjut karena cuti sudah selesai juga. Tiga hari setelah Lebaran, ke Siloam. Kemo sekali lagi, yang ke-8 tidak bisa diterima. Badannya sudah tidak sanggup, jadi dua minggu di Siloam Semanggi," jelas Syarif.

Rekomendasi