Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengerahkan sekitar 500 personel mengamankan malam takbiran Idulfitri 1444 Hijriah pada Jumat (21/4) malam. Ratusan personel itu diterjunkan ke lima kota administrasi Jakarta.
"Setiap wilayah yang tersebar ada 500-an orang di beberapa titik lokasi," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin kepada wartawan, dikutip Jumat (21/4).
Arifin mengungkapkan Satpol PP juga bekerja sama dengan polisi mengamankan malam takbiran. Sejumlah titik-titik rawan telah dipetakan untuk selanjutnya bakal dipantau.
"Anggota Satpol PP bersama teman-teman dari kepolisian di persimpangan," ungkap Arifin.
Advertisement
Selain itu, Arifin menyarankan agar sebaiknya takbiran tak dilakukan di jalan. Dia mengimbau masyarakat untuk menggelar malam takbiran di masjid sekitar lingkungan tempat tinggal masing-masing agar lebih hikmat.
"Kita juga mengingatkan dan mengajak teman-teman untuk, ini saya sekali lagi menyarankan lebih hikmat kita takbirnya di masjid, di tempat ibadah," jelas dia.
Arifin memastikan ratusan anggotanya yang telah diturunkan pada lokasi rawan di Ibu Kota bakal menghalau masyarakat yang bandel dan ricuh saat malam takbiran.
Diketahui, berdasarkan hasil Sidang Isbat, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu 22 April 2023. Keputusan penetapan 1 Syawal 1444 H atau Hari Raya Idul Fitri 2023 ini disampaikan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1444 H di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Kamis 20 April 2023.
Sementara itu, jemaah Muhammadiyah telah melangsungkan Salat Idulfitri 1444 Hijriah pada Jumat (21/4) pagi tadi. Perbedaan waktu perayaan lebaran Idulfitri ini dikarenakan metode penentuannya yang berbeda.
Adapun Muhammadiyah menentukan awal bulan dengan metode hisab. Sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal.
Reporter: Winda Nelfira